Koranindopos.com – Jakarta – Mobil listrik BYD Song L GT kembali terlihat menjalani uji coba di jalan raya Tiongkok setelah sempat menghilang dari sorotan publik selama hampir satu tahun. Kemunculan kembali model bergaya fastback crossover ini memunculkan spekulasi bahwa BYD tengah mempersiapkan varian performa tinggi untuk menghidupkan kembali daya tarik lini Song L di pasar otomotif.
Sebelumnya, penjualan BYD Song L versi standar di pasar domestik Tiongkok dikabarkan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut mendorong BYD untuk menghadirkan varian baru yang menawarkan desain lebih agresif serta performa yang lebih bertenaga.
Foto-foto mata-mata terbaru menunjukkan BYD Song L GT melaju tanpa balutan stiker kamuflase, menandakan proses pengembangan kendaraan telah memasuki tahap yang lebih matang. Hal ini sekaligus membantah anggapan bahwa proyek kendaraan tersebut telah dihentikan.
Secara tampilan, BYD Song L GT mengusung desain yang lebih sporty dibandingkan model regulernya. Bagian depan dibekali lampu utama berdesain tipis yang memberikan kesan modern, dipadukan dengan elemen krom horizontal bergaya “kumis naga” yang menjadi ciri khas desain BYD.
Bumper depan juga dirancang lebih agresif dengan lubang udara berukuran besar yang tidak hanya memperkuat karakter sporty, tetapi juga membantu sistem pendinginan komponen kendaraan, termasuk baterai.
Siluet fastback semakin diperkuat dengan penggunaan pilar jendela berwarna hitam serta gagang pintu model tersembunyi yang membuat tampilan samping terlihat lebih bersih dan aerodinamis.
Di bagian atap, mobil ini juga terlihat membawa sensor LiDAR, yang menjadi salah satu fitur unggulan untuk mendukung sistem bantuan mengemudi terbaru DiPilot 5.0. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan kendaraan dalam membaca kondisi sekitar sekaligus menunjang fitur keselamatan dan semi-autonomous driving.
BYD Song L GT memiliki dimensi yang cukup besar untuk kelas crossover. Kendaraan ini memiliki panjang sekitar 4.840 mm, lebar 1.950 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.930 mm.
Dimensi tersebut diperkirakan akan menghadirkan ruang kabin yang lega sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang, terutama untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Dari sisi performa, BYD disebut akan menawarkan tiga pilihan konfigurasi motor listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Varian dasar menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dengan tenaga maksimum 170 kW atau sekitar 228 tenaga kuda. Konfigurasi ini diproyeksikan mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi energi dan performa berkendara.
Meski spesifikasi lengkap untuk varian lainnya belum diumumkan secara resmi, BYD diperkirakan akan menghadirkan opsi dengan tenaga lebih besar, termasuk kemungkinan varian penggerak semua roda (AWD) yang menyasar konsumen pencinta performa.
Kemunculan kembali BYD Song L GT menjadi sinyal bahwa produsen otomotif asal Tiongkok tersebut masih menaruh harapan besar pada keluarga Song L. Dengan desain yang lebih agresif, teknologi bantuan berkendara terbaru, serta pilihan performa yang lebih bertenaga, model ini diharapkan mampu meningkatkan kembali daya saing BYD di segmen crossover listrik premium.
Apabila segera diluncurkan secara resmi, BYD Song L GT diprediksi akan menjadi salah satu model andalan perusahaan dalam menghadapi persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat, baik di pasar domestik maupun pasar global.(dhil/suaraflores)










