Koranindopos.com – Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jatinegara mengungkapkan bahwa dugaan pencurian pagar besi di taman bawah kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, bukan kali pertama terjadi. Aksi serupa disebut sudah berlangsung sebanyak dua kali dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin, mengatakan kasus pencurian pertama terjadi sekitar akhir April hingga awal Mei 2026. Sementara aksi terbaru kembali terjadi dan viral setelah sebagian besar pagar besi di lokasi raib diduga dicuri orang tak dikenal.
“Ya itu kan viral, itu kejadian yang kedua kali. Yang pertama sudah sebulan lebih, antara akhir April atau awal Mei,” kata Teguh, Selasa (7/7/2026).
Menurut Teguh, pihaknya sebenarnya telah rutin menggelar patroli di kawasan tersebut. Namun, pelaku diduga memanfaatkan celah waktu dengan beraksi setelah petugas selesai melakukan pengawasan.
“Iya, seperti kucing-kucingan. Kami patroli mobile sekitar pukul 00.00 WIB, sementara mereka diduga beraksi sekitar pukul 01.00 WIB. Setiap hari juga ada lima sampai enam personel piket yang berjaga,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Satpol PP akan memperketat pengamanan di area taman kolong Flyover Kampung Melayu, terutama saat proses perbaikan pagar dimulai.
Teguh mengatakan pihaknya akan menempatkan sedikitnya lima personel untuk mendampingi Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur selama proses pembangunan kembali pagar berlangsung.
“Kami tetap melakukan pengamanan. Besok pagar mulai dibangun kembali dan dirapikan. Anggota akan siaga di lokasi untuk membantu pengamanan,” katanya.
Sebelumnya, warga dibuat heboh setelah sebagian besar pagar besi yang mengelilingi taman di bawah kolong Flyover Kampung Melayu hilang. Akibatnya, kawasan taman kini tidak lagi memiliki pembatas dengan badan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun pengunjung taman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pagar yang tersisa hanya beberapa besi penyangga. Kondisi beton penyangga pagar juga terlihat rusak dan miring. Diduga, pelaku menghancurkan beton terlebih dahulu agar lebih mudah mencabut pagar besi yang masih menempel.
Selain itu, sejumlah tembok penyangga pagar mengalami kerusakan cukup parah yang diduga merupakan bagian dari aksi pencurian tersebut.
Pada Selasa pagi, petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur tampak membersihkan puing-puing beton yang berserakan akibat kerusakan. Petugas juga mengamankan sisa pagar besi yang masih ada agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian.
Pemerintah setempat berharap pengamanan yang diperketat dan percepatan perbaikan fasilitas taman dapat mencegah aksi serupa kembali terjadi, sekaligus menjaga keamanan serta kenyamanan ruang terbuka hijau bagi masyarakat.(dhil/kmps)










