Koranindopos.com, KOTA TANGSEL – Pemerintah terus berupaya melindungi anak-anak dari pneumonia atau radang paru-paru. Salah satu caranya melalui program imunisasi pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel.
Mereka telah melaksanakan program yang menyasar bayi dan balita sejak 12 September. Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, vaksin PCV di Kota Tangsel diberikan kepada 1.342 bayi dan balita. Vaksinasi PCV dilakukan secara bersamaan di 35 UPTD puskesmas di Kota Tangsel.
’’Berdasar laporan, sampai 3 Oktober, sudah ada 594 anak atau 44 persen yang mendapatkan imunisasi PCV. Jadi, masih ada anak yang belum menerima imunisasi PCV di Tangsel,’’ ungkapnya kepada awak media pada Selasa (4/10/2022).
Allin -sapaan Allin Hendalin Mahdaniar- mengatakan, vaksin PCV hanya diberikan kepada anak berusia 2 bulan saat kickoff pada 12 September atau maksimal kelahiran 14 Juni 2022. Anak yang berusia lebih dari itu belum bisa menerima imunisasi PCV pada 2022.
’’Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk imunisasi PCV. Tapi, ada beberapa yang bukan sasaran usia 2 bulan. Selain itu, ada yang mau imunisasi PCV lanjutan di mana sebelumnya sudah mendapat imunisasi PCV dari bukan program pemerintah,’’ terang Allin.
Untuk mengejar target vaksinasi PCV, kata Allin, pihaknya meminta seluruh UPT puskesmas di Tangsel melaksanakan sweeping melalui Ngider Sehat dan Binwil di wilayah kerjanya. Para petugas kesehatan diminta mencari anak berusia 2 bulan yang belum mendapatkan imunisasi PCV.
’’Ini untuk mengoptimalisasi. Selain itu, agar masyarakat tahu, sadar, dan mau membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi PCV sesuai jadwal pemberian yang ditentukan,’’ tuturnya. (jkr/mmr)










