koranindopos.com – Jakarta. Masyarakat Indonesia kini dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang telah dimulai sejak 10 Februari 2025. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mereka dengan pemeriksaan secara berkala.
Juru bicara Kemenkes, Widyawati, memastikan bahwa program ini tidak akan mengganggu pelayanan puskesmas yang sudah berjalan secara rutin. “Enggak mengganggu yang rutin,” kata Widyawati saat dihubungi, Selasa (11/2/2025).
Agar pelayanan tetap optimal, kuota peserta cek kesehatan gratis dibatasi hingga 30 orang per hari untuk pendaftaran daring. Dengan sistem ini, tenaga kesehatan dapat memberikan layanan yang maksimal tanpa menghambat pasien reguler.
Namun, beberapa puskesmas yang memiliki kapasitas lebih besar dapat menyesuaikan jumlah kuota pendaftaran secara langsung atau offline. “Jadi pendaftarannya itu memang maksimal 30 orang untuk setiap puskesmas. Tapi kadang-kadang ada puskesmas yang lebih besar jadi kapasitasnya bisa ditambah,” jelas Widyawati.
Untuk peserta yang datang langsung membawa KTP tanpa mendaftar sebelumnya, Kemenkes juga telah mengantisipasi mekanisme pendaftaran di tempat. “Nanti sama petugas akan diverifikasi, dimasukin ke pendaftaran mereka dan dari aplikasi, nanti dibantu,” tambahnya.
Program cek kesehatan gratis ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Pada hari pertama pelaksanaannya, tercatat lebih dari 17 ribu warga telah memanfaatkan layanan ini. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan dapat melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Bagi yang ingin mengikuti cek kesehatan gratis, masyarakat disarankan untuk mendaftar melalui kanal resmi yang telah disediakan agar mendapatkan pelayanan yang optimal.(dhil)















