Koranindopos.com – Batam. Kapal pengawas hibah dari Pemerintah Jepang kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki perairan Indonesia pada Rabu (14/6). Tepatnya di Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Adin Nurawaluddin menyambut kedatangan kapal yang diberi nama Orca 05 tersebut. Dia menyampaikan bahwa kapal itu tiba di perairan Indonesia setelah sebelumnya menjalani prosesi pelepasan dari Naikai Shipyard dan menempuh pelayaran selama 9 hari.
”Sempat tertunda keberangkatannya ke Indonesia karena pergerakan badai typhoon di timur Philipina. Alhamdulillah, kapal beserta kru berhasil tiba di perairan Indonesia setelah mengambil jalur alternatif dengan mengedepankan keamanan dan keselamatan pelayaran,” kata Adin seperti dikutip dari laman resmi KKP.
Adin memaparkan bahwa Kapal Pengawas (KP) ORCA 05 sebelumnya telah dijadwalkan berangkat dari Naikai Shipyard, Hiroshima Jepang, pada 26 Mei 2023. Namun, adanya pergerakan badai typhoon pada rute pelayaran yaitu di wilayah timur Philipina. Kondisi itu mengakibatkan keberangkatan harus ditunda demi keamanan dan keselamatan kru kapal.
Meski keberangkatan kapal ditunda, lanjut Adin, pihaknya tetap menggelar upacara pelepasan KP ORCA 05 di Hiroshima dengan melakukan penurunan bendera Jepang dan digantikan bendera Indonesia. Serta melakukan pengibaran bendera flag off sebagai simbol telah dilepasnya KP ORCA dari galangan Jepang untuk berangkat menuju Indonesia.
Menurut Adin, setelah cuaca dinyatakan cukup aman, maka pada 6 Juni 2023, KP ORCA 05 bertolak ke Indonesia dengan membawa 26 kru, 24 orang awak kapal pengawas dan 2 orang pendamping dari Ditjen PSDKP KKP.
Kapal hibah dari Pemerintah Jepang tersebut merupakan kapal patroli bekas pakai dari Badan Perikanan Jepang. Dengan panjang 63,37 meter, kapal ini memiliki keunggulan dapat beroperasi di laut selama hingga 25 hari. Jauh lebih lama dibandingkan kapal pengawas kelautan dan perikanan yang telah dimiliki KKP saat ini.










