Senin, 27 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

DBS Tambahkan SGD100 Juta untuk Ciptakan Kehidupan Lebih Baik di Asia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
17 Februari 2022
in Ekonomi
A A
0
DBS Tambahkan SGD100 Juta untuk Ciptakan Kehidupan Lebih Baik di Asia

DBS pada hari ini mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar SGD100 juta untuk memajukan upayanya meningkatkan kehidupan di Asia.

Share on FacebookShare on Twitter
1232244872p - DBS Tambahkan SGD100 Juta untuk Ciptakan Kehidupan Lebih Baik di Asia
DBS pada hari ini mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar SGD100 juta untuk memajukan upayanya meningkatkan kehidupan di Asia.

 

JAKARTA, koranindopos.com – Dengan pandemi mengacaukan mata pencaharian dan membuat perhatian tertuju pada berbagai masalah sosial, DBS pada hari ini mengumumkan akan mengucurkan tambahan dana sebesar SGD100 juta untuk memajukan upayanya meningkatkan kehidupan di Asia. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kegiatan DBS Foundation dalam menumbuh kembangkan wirausaha sosial, serta berbagai upaya filantropi dan bantuan krisis. Pada saat sama, DBS Foundation, yang sudah berusia delapan tahun, akan memperluas lingkup kerjanya. Itu berarti bahwa sejak sekarang, DBS Foundation akan meliputi:

Cabang ‘Bisnis Berdampak Sosial’ (‘Businesses for Impact’), yang akan membantu memperluas upaya DBS Foundation dalam membantu wirausaha sosial/bisnis berdampak sosial[1] untuk tumbuh dari tahap pencarian ide menjadi bisnis berkembang dan memberdayakan mereka untuk menangani masalah sosial dan lingkungan.

Cabang baru ‘Dampak Komunitas’ (‘Community Impact’) akan meningkatkan sumbangan bank kepada masyarakat melalui pemberian bantuan dana dan kegiatan sukarela di bidang pendidikan, lanjut usia, dan lingkungan.

Artikel Terkait

BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026

Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

ASPPUK Minta UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Kebijakan Perdagangan

DBS Foundation, yayasan pertama di Singapura yang diabdikan untuk mendukung kewirausahaan sosial, didirikan pada 2014 untuk mendukung kemajuan bisnis inovatif yang memiliki dampak sosial. Sejak saat itu, yayasan tersebut telah memberikan lebih dari SGD10 juta dalam bentuk hibah kepada lebih dari 90 bisnis di kawasan dan membina 800 bisnis lain melalui program pengembangannya.

Dengan menggunakan pendekatan “One Bank” dalam bekerja dengan berbagai bisnis tersebut, yayasan ini juga memanfaatkan sumber daya bank untuk memberikan dukungan menyeluruh, antara lain melalui advokasi, pelatihan keterampilan, pengembangan kemampuan, dan peluang bisnis.

Dengan dukungan yayasan ini, banyak bisnis tersebut berevolusi, dari start-up yang masih mencari dana untuk mengembangkan ide mereka menjadi bisnis berkelanjutan, yang tidak hanya memimpin di ranahnya tetapi juga menjadi agen perubahan itu sendiri. Homage dan Treedots, perusahaan yang berbasis di Singapura, misalnya, baru memulai bisnisnya ketika mereka menerima dana hibah DBS Foundation masing-masing pada 2016 dan 2018.

Pada saat ini, Homage memiliki jaringan terdiri atas 6.000 tenaga kesehatan profesional, yang disaring, dilatih dan dinilai secara teliti, dan baru saja menerima pembiayaan Seri C. Treedots baru-baru ini menerima pembiayaan Seri A untuk melanjutkan rencana perluasan pasarnya. Di luar wilayah lokal, penerima hibah pada 2018, PHOOL (India), yang mengolah limbah bunga menjadi kemasan mudah terurai dan “kulit” berbahan dasar jamur dan tumbuhan (bio-leathers), menampilkan produknya di Paris Fashion Week 2021.

Di Indonesia sendiri, terdapat sebuah wirausaha sosial bernama Mycotech (MYCL) yang juga telah menerima dua kali dana hibah dari DBS Foundation. Didirikan pada tahun 2015, MYCL berfokus untuk menciptakan produk serta bahan bangunan dari bagian vegetatif seperti benang dari jamur atau dikenal juga dengan miselium. Keresahan akan jumlah limbah jamur tiram yang dibakar karena tak terpakai, MYCL justru melihat manfaat dari sisa limbah tersebut agar tak ada makanan yang terbuang.

Saat ini, MYCL juga turut mengundang masyarakat untuk berani menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan yang lebih baik dengan memamerkan konsep Spring Summer 2022 collection (SS22), sebuah koleksi runaway yang sebelumnya telah ditampilkan pada Paris Fashion Week di bulan Juni 2021.

Dana tambahan SGD100 juta itu tidak hanya memungkinkan bank dan DBS Foundation meningkatkan dukungan untuk bisnis berdampak sosial, tetapi juga berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah sosial, yang semakin mendesak, di kawasan tersebut.

Dengan Covid-19 menimbulkan gejolak keuangan dan ekonomi di seluruh dunia, pentingnya literasi keuangan sangat mendesak, namun tingkat literasi keuangan tetap rendah di banyak negara Asia [2]. Hal lain yang juga memprihatinkan adalah “kesenjangan digital” semakin lebar di Asia Tenggara, dengan pandemi mempertegas ketimpangan antara penduduk yang sudah menikmati akses ke teknologi internet serta mereka yang belum memiliki akses tersebut.

Secara terpisah, berbagai kajian memperkirakan bahwa seperempat orang Asia akan memasuki usia 60 tahun ke atas pada 2050[3], memicu kekhawatiran tentang kemungkinan dampak sosial-ekonomi dari penduduk Asia yang menua dengan cepat. Pada saat sama, sampah makanan, yang merupakan penyumbang utama perubahan iklim, tetap menjadi masalah untuk kawasan itu: sepertiga dari makanan yang dihasilkan secara global hilang atau terbuang, dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia, tempat lebih dari setengah penduduk dunia kekurangan gizi berada.

Piyush Gupta, Chief Executive Officer DBS Bank, mengatakan, “Covid-19 menggarisbawahi pentingnya agenda ESG (environmental, social, governance). Kami sedang membangun “E” ke dalam jalinan bisnis kami, tetapi masalah terkait ketidaksetaraan juga sama penting.

Selama bertahun-tahun, kami memberikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai cara, seperti, menyediakan perbankan inklusif, mengadvokasi usaha kecil yang menciptakan dampak sosial, serta mendukung gerakan masyarakat. Dengan komitmen tambahan SGD100 juta, kami dapat meningkatkan upaya menciptakan kebaikan sosial dan membantu membuka jalan bagi dunia lebih adil.”

Euleen Goh, Ketua DBS Foundation, mengatakan, “Selama bertahun-tahun, DBS Foundation membangun rekam jejak kuat dalam membantu wirausaha sosial untuk berkembang. Sungguh memuaskan melakukan perjalanan bersama-sama dengan bisnis berdampak sosial ini.

Kisah keberhasilan mereka adalah bukti bahwa bisnis dapat berjalan dengan baik bersamaan dengan upaya meningkatkan kehidupan dan/atau membantu melestarikan bumi. Kami berharap dapat menciptakan dampak bersama lebih besar dengan tidak hanya memberdayakan bisnis berdampak sosial, tetapi juga bekerja dengan masyarakat luas, dengan fokus pada pendidikan, lansia, dan lingkungan.”

Selain mendukung perluasan lingkup DBS Foundation, dana tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung prakarsa filantropi lain, di samping bantuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan selama masa sulit. Pada saat pandemi mulai merebak pada 2020, DBS membentuk DBS Stronger Together Fund dengan dana 10,5 juta dolar Singapura dan menyediakan 4,5 juta paket makanan dan perawatan, serta peralatan medis, untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Saat upaya melawan Covid-19 berlangsung sengit pada 2021, DBS menyumbangkan 1.000 konsentrator oksigen ke Indonesia, dan tiga tabung oksigen kriogenik serta 300 konsentrator oksigen ke India. DBS juga memiliki program sukarelawan aktif, dengan karyawan menyumbangkan 100.000 jam kerja sukarela dan menjangkau lebih dari 390.000 penerima manfaat pada 2021. (sls)

Topik: DBS FoundationpandemiWirausaha Sosial

TerkaitBerita

BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026
Ekonomi

BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026

oleh Editor : Affandy
27 Juli 2026
Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar
Bisnis

Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

oleh Editor : Affandy
27 Juli 2026
ASPPUK Minta UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Kebijakan Perdagangan
Ekonomi

ASPPUK Minta UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Kebijakan Perdagangan

oleh Editor : Akula
25 Juli 2026
Cara Buat QRIS neobank untuk Usaha Rumahan, Mudah Daftar dan Praktis Terima Pembayaran Digital
Ekonomi

Cara Buat QRIS neobank untuk Usaha Rumahan, Mudah Daftar dan Praktis Terima Pembayaran Digital

oleh Editor : Affandy
25 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Indonesia Catat Sejarah, Fosil Dinosaurus Asli dari China Dipamerkan Perdana di Tahir Solo Museum

Indonesia Catat Sejarah, Fosil Dinosaurus Asli dari China Dipamerkan Perdana di Tahir Solo Museum

27 Juli 2026
Jangan Lewatkan! Ini Alasan Buah Penting Dikonsumsi Setelah Olahraga

Jangan Lewatkan! Ini Alasan Buah Penting Dikonsumsi Setelah Olahraga

27 Juli 2026
BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026

BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026

27 Juli 2026
Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

27 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4076 shares
    Share 1630 Tweet 1019
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Subsidi Motor Listrik 2026 Bikin Harga Makin Terjangkau, Ada yang Mulai Rp6 Jutaan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya