Koranindopos.com – JAKARTA – Masih ingat ketika pertama kali melihat ponsel yang layarnya bisa dilipat? Teknologi foldable kini telah berkembang jauh dari sekadar menghadirkan layar fleksibel.
Samsung menjadi salah satu perusahaan yang konsisten mengembangkan kategori tersebut sejak memperkenalkan Galaxy Fold generasi pertama pada 2019. Selama tujuh generasi inovasi, Samsung terus mengembangkan desain, ketahanan, layar, kamera, hingga perangkat lunak untuk menyesuaikan teknologi foldable dengan kebutuhan pengguna.
Perjalanan tersebut kemudian mengantarkan Samsung menghadirkan Galaxy Z8 Series, lini foldable yang disebut menjadi portofolio paling lengkap perusahaan hingga saat ini.
Respons konsumen terhadap lini terbaru tersebut juga disebut positif. Di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, penjualan Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra tumbuh 40 persen dibandingkan Galaxy Z Fold7.
Jumlah konsumen yang berpindah dari merek lain ke Galaxy Z Fold8 Series juga meningkat lebih dari 60 persen dibandingkan jumlah konsumen yang beralih ke generasi Galaxy Z Fold sebelumnya.
Lantas, seperti apa perjalanan teknologi foldable Samsung dari generasi pertama hingga Galaxy Z8 Series?
Pada 2026, Samsung memperluas portofolio foldable melalui tiga perangkat, yakni Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8.
Ketiganya membawa pendekatan berbeda, mulai dari produktivitas dan kreasi konten hingga ekspresi diri dan komunikasi sehari-hari.
Galaxy Z Fold8 membawa perubahan pada form factor dengan rasio layar yang dioptimalkan untuk berbagai aktivitas.
Layar cover menggunakan rasio 10:16 yang dirancang untuk interaksi cepat sehari-hari. Sementara layar utama memiliki rasio 4:3 yang lebih sesuai untuk bermain gim, menonton film, membaca, hingga menjalankan beberapa aplikasi.
Dengan bobot 201 gram, Galaxy Z Fold8 menjadi Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dibuat Samsung.
Perangkat tersebut ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy dan baterai berkapasitas 4.800 mAh.
Samsung juga memperkenalkan Flex Titanium di seluruh Galaxy Z Series. Struktur layar ini memadukan lapisan film berbahan titanium alloy dengan pelat titanium yang ditingkatkan untuk membuat perangkat lebih tipis sekaligus memperkuat dukungan pada layar.
Teknologi tersebut juga dirancang untuk mengurangi visibilitas crease seiring penggunaan.
Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi foldable Ultra pertama Samsung. Perangkat ini membawa standar Ultra pada performa, kemampuan kamera, serta teknologi.
Layar utama berukuran 8 inci memberikan ruang yang lebih luas untuk multitasking dan kreasi konten.
Sektor kamera juga menjadi salah satu keunggulannya. Galaxy Z Fold8 Ultra membawa kamera utama 200MP dengan dukungan HDR dalam mode 200MP, kamera ultra-wide 50MP, Nightography yang ditingkatkan, serta kemampuan merekam video 8K dengan codec APV dan Cine LUT terbaru.
Sementara itu, Galaxy Z Flip8 lebih menekankan ekspresi diri dan kemudahan interaksi melalui FlexWindow.
FlexWindow yang dirancang ulang memungkinkan pengguna mengakses aplikasi, berbagai informasi, serta tindakan tertentu langsung dari layar cover.
Fitur Now Brief juga menghadirkan informasi dan rekomendasi langkah berikutnya berdasarkan konteks penggunaan.
Untuk fotografi, Galaxy Z Flip8 mengandalkan kamera 50MP dan ProVisual Engine. Pengalaman FlexCam juga diperkuat dengan Flex Mode, Camcorder Grip dengan Zoom Rocker, Super Steady dengan Horizontal Lock, FlipShot, dan Mirror View.
Dengan bobot 180 gram dan ketebalan 6,1 mm, Galaxy Z Flip8 menjadi Galaxy Z Flip paling tipis dan ringan yang pernah dibuat Samsung.
Perkembangan foldable Samsung tidak hanya terjadi pada sisi perangkat keras.
Pada 2024, Galaxy Z Series mulai mendapatkan integrasi Galaxy AI yang dirancang menyesuaikan karakteristik masing-masing form factor.
Pada Galaxy Z Fold6, misalnya, layar besar dimanfaatkan untuk mendukung berbagai fitur AI seperti Note Assist, Composer, dan Sketch to Image.
Sementara pada Galaxy Z Flip6, Galaxy AI membuka lebih banyak kemungkinan dalam pembuatan konten.
Fitur Auto Zoom pada FlexCam dapat mendeteksi subjek dan menyesuaikan framing secara otomatis. Pengguna pun dapat mengambil foto maupun video secara hands-free dengan lebih mudah.
Setahun kemudian, Samsung kembali meningkatkan kemampuan foldable melalui Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7.
Galaxy Z Fold7 memperkenalkan kamera wide-angle(dhil)










