Koranindopos.com – Jakarta. Kondisi perairan yang tercemar menjadi perhatian khusus bagi Safari Kemaritiman 2023. Kali ini, Ermi Yusfa menyambangi nelayan tradisional di kampung nelayan Cilincing Jakarta Utara.
Tak sendiri, Ermi Yusfa diidampingi Yadual Adriyanta, Ketua Kerukunan Masyarakat Maritim Jakarta. Mereka pun berusaha mendengarkan keluh kesah para nelayan di sana.
Rizki (28) nelayan yang setiap harinya menggunakan perahu sampan untuk menangkap ikan menceritakan jika untuk mendapatkan ikan, para nelayan harus lebih jauh ketengah kondisi air yang sudah tercemar limbah dari kawasan berikat.
“Ditepi muara Cilincing sini ikan sudah jarang banget. Karena air sudah tercemar limbah,” keluh Rizki.
Menurut Adriyanta, apa yang dilakukan oleh para nelayan tersebut jelas akan membuat bahan bakar solar semakin boros. Terlebih kenaikan BBM akan sangat memberatkan para nelayan.

Untuk itu, Ermi Yusfa berjanji akan meneruskan laporan ini kepada pemerintah demi mencari solusi yang terbaik. Ermi Yusfa pun turut memberikan bantuan untuk sekedar memperbaiki jarring atau jala yang biasa digunakan nelayan. Tak hanya itu, Ermi juga berjanji akan memberikan perahu yang akan dikelola bersama.
Tak hanya berbincang dengan nelayan, Ermi Yusfa juga menyapa anak-anak nelayan yang tetap giat belajar ditengah keterbatasan.
“Anak-anak ini semangatnya luar biasa. Walaupun kondisi mereka penuh keterbatasan, tapi tetap semangat untuk belajar,”ujar Ermi Yusfa.
















