TANGSEL, koranindopos.com – Konsep urban farming menjadi salah satu solusi dalam penanganan masalah ketahanan pangan di perkotaan. Misalnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Menurut Anggota Komisi IV DPRD Tangsel Shinta Wahyuni Chairuddin, pada 2011, lahan pertanian berupa sawah di Kota Tangsel masih 220 hektare. Angka itu terus menyusut tinggal 3 hektare pada 2021. ’’Sementara itu, Kota Tangsel sangat bergantung pada hasil pangan dari daerah lain. Jika kondisi ini terus berlanjut, kelangkaan pangan tinggal menunggu waktu,’’ ujar Shinta.
Menurut Shinta, Pemkot Tangsel harus bisa mendesain sektor pertanian di wilayahnya yang minim akan lahan pertanian melalui desain kebijakan yang ideal. Jadi, tercapai kemandirian pangan.
’’Pemerintah daerah atau kota dapat membenahi ketahanan dan kemandirian pangan. Mulai gerakan penyadaran masyarakat akan pentingnya kesediaan pangan, terutama kepada generasi milenial. Mulai gerakan menanam pohon produktif yang sekaligus sebagai tanaman pelindung,’’ tutur Shinta.
Shinta menambahkan, bertambahnya populasi manusia juga bisa mengakibatkan ketahanan pangan tidak terkendali. Terlebih bila pemerintah tidak serius memperhatikan ketahanan pangan.
’’Peningkatan jumlah penduduk semestinya diikuti peningkatan produktivitas pangan yang ditandai dengan peningkatan luas pertanian. Namun, faktanya tidak. Selain semakin ditinggalkan para generasi petani karena dianggap tidak menjanjikan, banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi beton,’’ terangnya.
Ketua Tatanan Masyarakat Sehat Mandiri Forum Kota Sehat (FKS) Tangsel itu menyatakan, peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan sangat penting. Pemerintah daerah (pemda) harus bisa menyadarkan generasi milenial untuk melanjutkan program-program ketahanan pangan melalui urban farming agar terus tumbuh pesat.
’’Di Kota Tangsel, misalnya, lahan pertanian masih minim dan terus berkurang setiap tahun. Berdasar data Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kota Tangsel, disebutkan, 98 persen lahan pertanian yang ada beralih fungsi sejak 2011 dan masuknya para pengembang,’’ katanya pada Senin (18/10/2021).
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, masyarakat bisa memanfaatkan lahan dengan menjadi urban farming. Meskipun lahan sempit, dengan pola hidroponik, kuantitas dan kualitas bisa tetap maksimal. ’’Kegiatan urban farming ini adalah bentuk ketahanan pangan skala kecil di area urban,’’ katanya. (ist/brg)










