Koranindopos.com, Jakarta – Gelaran bertajuk Perempuan Berlari resmi dibuka di Senayan Park, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025). Acara yang diprakarsai aktris sekaligus aktivis sosial Dhini Aminarti ini diresmikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi. Selama lima hari ke depan, rangkaian kegiatan akan berlangsung, mulai dari wellness expo hingga fun run yang menjadi puncaknya.
Dhini, yang telah memasuki usia 42 tahun, mengungkapkan kegembiraannya melihat respons publik. Menurutnya, antusiasme perempuan dari berbagai usia menjadi bukti bahwa gerakan ini dibutuhkan. Meski awalnya hanya berupa gagasan sederhana, Perempuan Berlari berkembang menjadi ajakan kolektif agar perempuan bergerak, sehat, dan berdaya.
“Alhamdulillah pesertanya 2900, hampir 3000. Ini yang membuat kami senang, ternyata banyak wanita yang ingin sehat. Mudah-mudahan kolaborasi kami dengan PPPA dan Paragon bisa terus berlanjut untuk kebermanfaatan wanita di Indonesia,” ujar Dhini.
Sebagai seorang ibu, Dhini memaknai peran perempuan sebagai pilar keluarga dan pemegang peranan penting dalam kemajuan bangsa. Ia menilai perempuan harus diberi ruang untuk terus bergerak agar mampu melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas. Narasi itulah yang kemudian menginspirasi penggunaan nama Perempuan Berlari.
“Karena memang tonggak paling kuat dalam rumah tangga adalah perempuan, di dalam negara adalah perempuan. Gimana kita menciptakan generasi anak-anak yang baik tanpa menghadirkan perempuan yang baik. Itu juga kenapa perempuan berlari, istilahnya perempuan ini harus bergerak, nggak boleh diam,” kata Dhini.
Menteri Arifa turut memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini. Ia menilai Perempuan Berlari bukan hanya kreativitas, tetapi inovasi yang mampu memperkuat peran perempuan dan anak. Ia bahkan berharap gerakan serupa dapat menjalar ke berbagai daerah di Indonesia agar manfaatnya dirasakan lebih merata.

“Yang paling bahagia adalah karena event ini kreatif dan membawa inovasi luar biasa. Nanti ini bisa dilanjutkan di beberapa daerah, jadi nggak cuma di Jakarta saja. Gimana kita menguatkan anak-anak dan perempuan di Indonesia. Saya ingin mengutip ucapan R.A Kartini, ‘Ketika perempuan diberdayakan, maka dia sedang berdayakan keluarga dan masyarakat di sekitarnya’,” ucap Menteri Arifatul.
Di balik kesuksesan acara, Dhini mengakui proses menuju hari pelaksanaan tidak selalu mudah. Bersama suaminya, aktor Dimas Seto, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari teknis hingga tekanan mental. Meski begitu, dorongan dari para pendukung membuat langkah mereka menjadi lebih ringan hingga acara dapat berjalan lancar.
“Pasti ada (tantangan), setiap kita ingin melakukan kebaikan nggak mungkin berjalan lancar. Tapi Alhamdulillah banyak yang support jadi bisa berjalan lancar. Kala tantangan yang paling besar, sampai nggak bisa tidur suami saya. Tapi yang bikin kami senang, antusias yang ingin ikut sangat luar biasa, hampir 3.000 peserta,” ungkapnya.
Dhini tidak menutup ambisi untuk memperluas jangkauan kegiatan ini. Ia berharap Perempuan Berlari dapat hadir di berbagai kota sehingga semakin banyak perempuan bisa merasakan manfaatnya. Baginya, gerakan sosial membutuhkan jejaring dukungan yang kuat dan konsisten.
“Insya Allah semoga dimudahkan. Kami memang inginnya nggak cuma di Jakarta saja tapi bisa di daerah lain. Karena kami butuh support system, gimana sih kita bisa merangkul dalam hal kebaikan. Semoga movement-nya bisa dirasakan oleh semua,” harap Dhini.
Lebih jauh, Dhini menyampaikan pesan khusus bagi seluruh perempuan Indonesia. Ia menekankan pentingnya menghargai diri sendiri sebelum berkontribusi untuk orang lain. Menurutnya, semangat saling menguatkan antar perempuan menjadi fondasi utama yang ingin dihadirkan lewat gerakan ini.
“Pertama hargai diri sendiri. Kedua, sesuai tagline kita woman support woman, jadi kita ada di sini untuk semua perempuan di Indonesia,” pungkas istri Dimas Seto itu. (Brg/Hend)










