Koranindopos.com, Tangerang – Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menghadirkan gebrakan inspiratif lewat program JUSTIFY Movement (Justice Simplified for Youth). Mengusung tema “Sumpah Pemuda untuk Indonesia: Bersatu, Tumbuh, dan Maju,” gerakan ini menjadi wadah edukasi hukum bagi generasi muda dengan pendekatan yang lebih santai, interaktif, dan menyenangkan.
Acara yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Bintaro Jaya ini menghadirkan konsep unik bertajuk “Ngobrol Santai Bersama Pak Wali dan Ibu Kajari.” Melalui format dialog terbuka, masyarakat, komunitas muda, dan pemerintah duduk bersama membahas pentingnya peran hukum dalam kehidupan sehari-hari tanpa kesan kaku atau menakutkan.
JUSTIFY Movement merupakan langkah inovatif Kejari Kota Tangerang untuk memperkenalkan nilai-nilai hukum dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dicerna. Program ini menekankan dua nilai utama, yakni reformasi diri dan transformasi kelembagaan, guna mewujudkan wajah hukum yang modern, adaptif, serta berpihak pada kemanusiaan.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menyampaikan pesan kuat dalam sambutannya. “Kalau dulu pemuda bersumpah untuk kemerdekaan, hari ini pemuda bersumpah untuk menegakkan keadilan dan menjaga nilai kebangsaan,” ucapnya di hadapan para peserta yang memadati area CFD.

Turut hadir Wali Kota Tangerang Selatan, yang menyoroti pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang melek hukum dan berkarakter. Ia menilai langkah Kejari Tangerang ini sebagai contoh nyata kolaborasi positif antarinstansi.
Tak hanya pihak pemerintah, Pengelola Kawasan Bintaro Jaya pun ikut mendukung kegiatan ini sebagai tuan rumah. Mereka menilai JUSTIFY Movement selaras dengan visi kawasan CFD sebagai ruang publik yang inklusif dan edukatif bagi masyarakat.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan yang membawa semangat positif seperti JUSTIFY Movement. Car Free Day Bintaro Jaya kami rancang sebagai ruang publik yang inklusif tempat masyarakat bisa belajar, berinteraksi, dan tumbuh bersama,” ujar Rinaldy Prawiraatmadja, perwakilan Bintaro Jaya.
Rinaldy menambahkan, edukasi hukum tak harus disampaikan secara kaku, melainkan bisa dikemas dengan cara kreatif agar mudah diterima masyarakat luas. Ia berharap program seperti ini dapat rutin digelar agar semakin banyak anak muda yang memahami pentingnya hukum dalam kehidupan berbangsa.
Selain sesi dialog santai, acara juga menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti Youth Talk, yakni diskusi publik tentang peran pemuda dalam membangun bangsa, serta JUSTIFY Stage, panggung komunitas, musik, dan open mic bertema “Bersatu, Tumbuh, dan Maju.” Keduanya menjadi magnet utama yang menarik perhatian pengunjung CFD. (BrglHrnd)










