koranindopos.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Wadhwani Skilling Network (WSN) dari Wadhwani Foundation menyelenggarakan sosialisasi nasional secara daring yang diikuti hingga 200 perguruan tinggi swasta. Kegiatan ini bertujuan mempercepat penerapan program pelatihan employability berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disediakan secara gratis bagi institusi dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Program yang diperkenalkan, JobReady, merupakan inisiatif pelatihan soft skills dan kesiapan kerja yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri. Langkah ini dinilai sangat strategis, mengingat lebih dari 55% lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih dianggap belum siap memasuki dunia kerja, sementara 85% perusahaan mengutamakan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, serta profesionalisme dalam proses rekrutmen.
Pelatihan Berbasis AI yang Komprehensif dan Gratis
JobReady menghadirkan paket pembelajaran lengkap yang mencakup 79 jam pelatihan, 75 micro-modul, 11 penilaian, serta metode pembelajaran hybrid ala flipped classroom yang menggabungkan belajar mandiri digital dengan diskusi kolaboratif di kelas. Program ini turut dilengkapi Wadhwani GenieAI, sebuah AI copilot yang mampu mensimulasikan wawancara kerja, merangkum materi, hingga memberi umpan balik personal dalam hitungan detik—menjamin kualitas pembelajaran yang konsisten di berbagai daerah.
Semua akses platform, modul pelatihan, sertifikasi, serta dukungan persiapan wawancara kerja diberikan 100% gratis kepada institusi maupun mahasiswa.
Kemitraan dengan Industri dan Komitmen Pengembangan Talenta Nasional
Dalam upaya memperkuat peluang kerja bagi lulusan JobReady, Wadhwani Foundation telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perusahaan dan institusi besar seperti Indosat Ooredoo Hutchison, Alfamart, Alfamidi, Ranch Market, MAP, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Dayalima. Survei terhadap lebih dari 2.000 pemberi kerja menunjukkan bahwa perusahaan menilai soft skills sebagai faktor utama yang bahkan dapat memengaruhi tingkat kompensasi bagi kandidat.
Saat ini Wadhwani Foundation telah menjangkau 202 SMK, 58 universitas, dan 8 politeknik di Indonesia, dan melalui kemitraan dengan DIKTI, mereka menargetkan untuk menggandeng lebih dari 200 universitas tambahan dalam waktu dekat.
Pernyataan dari DIKTI dan Wadhwani Foundation
Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), menegaskan bahwa peningkatan kesiapan kerja mahasiswa merupakan prioritas nasional. Ia mengajak seluruh perguruan tinggi swasta yang diundang untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengadopsi program JobReady demi meningkatkan kualitas lulusan serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Herdian Mohammad, Vice President WSN dan Country Director Wadhwani Foundation Indonesia, menekankan bahwa soft skills adalah kunci pembuka potensi besar lulusan Indonesia. Ia menyampaikan komitmen Wadhwani Foundation untuk menyediakan pelatihan berkelas dunia berbasis AI tanpa biaya apa pun, sekaligus menghubungkan mahasiswa dengan jaringan pemberi kerja nasional.
Mendorong Lulusan Indonesia yang Lebih Siap Kerja
Sesi sosialisasi nasional ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan kerja generasi muda Indonesia. Melalui kolaborasi strategis antara DIKTI dan Wadhwani Foundation, perguruan tinggi kini memiliki akses mudah ke pelatihan berbasis AI yang efektif, praktis, dan gratis. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi mahasiswa sekaligus memperkokoh fondasi talenta nasional untuk masa depan. (rls/sh)










