Koranindopos.com – Jakarta. Di tengah kesibukannya sebagai penyanyi, aktris, sekaligus entrepreneur muda, Dinda Putri kembali menunjukkan sisi kepeduliannya terhadap anak-anak Indonesia. Tahun ini, Dinda dipercaya memegang tanggung jawab besar sebagai Ketua Pelaksana perayaan Hari Anak Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Terang Anak Indonesia (YATERI). Salah satu rangkaian penting dari perayaan ini adalah talkshow bertajuk “BerdiGital: Anak Hebat, Berkarakter di Era Digital” yang digelar pada Sabtu, 13 Juli 2025 di Depok Open Space.
Bukan tanpa alasan Dinda mengangkat tema soal dunia digital. Sebagai generasi muda yang tumbuh bersama teknologi, Dinda mengaku merasakan sendiri dampak negatif dari penggunaan internet tanpa kontrol. “Aku merasakan ini warning banget lho. Kalau kita pakai internet secara berlebihan itu dampaknya terasa banget di aku,” ujar siswi kelas 12 ini.
Dari pengalaman pribadinya itu, Dinda pun menginisiasi tema besar yang ingin disampaikan lewat kegiatan sosial ini. Baginya, penting bagi anak-anak untuk tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga tetap memiliki karakter dan etika yang baik saat berinteraksi di dunia maya. “Di era gadget seperti sekarang, banyak orang tua yang menganggap dunia digital itu negatif karena anak-anak sering lupa waktu main game. Lewat acara ini, kami ingin mengubah stigma itu. Dunia digital juga bisa menjadi ruang belajar dan berkarya kalau dipakai dengan bijak,” jelas Dinda.
Tak sekadar talkshow, kegiatan ini dirancang inklusif dengan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah, anak jalanan, pekerja anak, hingga anak berkebutuhan khusus dari SLB. Dinda memastikan semua peserta diberi ruang untuk berkreasi, termasuk dengan penampilan musik dari teman-teman SLB. “Di sini nggak ada batasan, semua bisa tampil, semua bisa berekspresi,” tambah Dinda.
Dalam talkshow ini, hadir dua narasumber muda yang sudah punya pengalaman di dunia digital dan kreatif, yakni Attala Rafid Abelard yang dikenal sebagai aktor sekaligus content creator, serta M. Zahran Nazhmi F., public speaker sekaligus filmmaker muda. Keduanya akan berbagi pengalaman bagaimana tetap berkarakter dan berpikir kritis di tengah derasnya informasi di media sosial.
Selain talkshow, rangkaian Hari Anak Nasional 2025 yang diadakan YATERI ini sebenarnya sudah berlangsung sejak bulan Mei dengan menggelar lomba online nasional untuk kategori menulis kreatif, video kreatif, dan celoteh anak. Puncak acaranya akan digelar pada 27 Juli 2025 di Taman Ratujaya, Depok, dekat dengan kantor YATERI.

“Total ada lima sekolah yang ikut serta di talkshow ini, masing-masing mengirimkan sepuluh perwakilan. Kami juga mengundang SLB untuk ikut. Jadi kurang lebih ada seratus peserta,” kata Dinda. Ia pun tak menampik, sebagai pelajar yang juga aktif di banyak bidang, menjalankan tugas sebagai ketua pelaksana bukan hal yang mudah. “Pasti pusing, apalagi sambil sekolah. Tapi karena ada tim yang support, alhamdulillah semua bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Keterlibatan Dinda di dunia sosial memang bukan baru kali ini. Sejak kelas 9 SMP, ia sudah aktif di YATERI dan setiap tahun terlibat dalam perayaan Hari Anak Nasional. Di luar itu, Dinda juga dikenal aktif di banyak bidang. Selain musik dan akting — di mana ia sudah beberapa kali membintangi short movie dan series — Dinda juga menjalankan bisnis produk bernuansa batik. Usaha yang sudah ia tekuni selama hampir dua tahun itu sebagian keuntungannya disisihkan untuk mendukung program-program sosial di YATERI.
“Kalau batik itu produk aku sendiri. Udah jualan hampir dua tahun. Alhamdulillah keuntungannya aku salurkan untuk kegiatan sosial lewat YATERI,” katanya bangga. Tak hanya itu, Dinda juga pernah meraih predikat Duta Siswa Indonesia Entrepreneur Utama 2024 tingkat nasional, dan aktif menjadi MC di berbagai acara.
Dinda juga berbagi bahwa keterlibatan Athalla dan Zahran sebagai narasumber di acara talkshow ini bukan kebetulan. “Kak Zahran aku sering ketemu di berbagai event kepemudaan. Kalau kak Athalla lebih sering ketemu di dunia entertainment,” jelasnya.
Dinda berharap lewat talkshow dan rangkaian Hari Anak Nasional ini, anak-anak Indonesia bisa semakin sadar pentingnya menjaga perilaku, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. “Aku ingin anak-anak Indonesia terus maju, tapi tetap dengan etika dan perilaku yang baik, baik di dunia nyata maupun digital,” katanya.
Kekhawatiran Dinda terhadap pengaruh dunia digital bukan tanpa dasar. Ia sendiri mengaku harus berjuang membatasi penggunaan gadget. “Jujur aku khawatir ya. Kalau udah megang gadget, rasanya sulit banget buat ngebatesin. Makanya harus terus digaungkan soal pentingnya berkarakter di dunia digital,” tuturnya.
Meski sibuk, Dinda tetap menyempatkan diri membaca buku setiap hari, minimal 20 halaman. Baginya, memperkaya diri bukan hanya lewat gadget tapi juga lewat bacaan. Untuk urusan karier, Dinda juga memberikan bocoran bahwa dalam waktu dekat ia akan merilis single terbarunya yang kini sedang dalam tahap akhir pengerjaan.
“Aku percaya ketika anak-anak bisa eksplorasi banyak bidang, itu bisa menambah value mereka. Jadi nggak harus terpaku di satu bidang aja,” pungkas Dinda.
YATERI Rayakan 10 Tahun, Siap Jadi Ruang Aman dan Inspiratif untuk Anak-anak Indonesia
Kegiatan “BerdiGital” ini juga menjadi bagian dari perayaan 10 tahun Yayasan Terang Anak Indonesia (YATERI). Organisasi yang dipimpin oleh Susanne Siregar ini terus berkomitmen menjadi ruang aman, inklusif, dan memberdayakan bagi anak-anak Indonesia. YATERI selalu mendorong suara dan partisipasi anak menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial.
Program Hari Anak Nasional 2025 dari YATERI sendiri terdiri dari empat rangkaian besar, yaitu:
1. Lomba Online Nasional (20 Mei–15 Juli 2025) dengan kategori menulis kreatif, video kreatif, dan celoteh anak
2. Seminar Anak di lima sekolah (20–25 Juni 2025)
3. Talkshow Interaktif “BerdiGital” (13 Juli 2025)
4. Puncak Perayaan Hari Anak Nasional (27 Juli 2025) di Taman Ratujaya, Depok
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok, termasuk Wali Kota Depok Supian Suri, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Depok drg. Nessi Annisa Handari, serta Ima Halimah, Kepala Bidang Kota Layak Anak di DP3AP2KB Depok.
Dengan rangkaian acara yang padat dan penuh inspirasi, YATERI ingin memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan haknya untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan karakter mereka, baik di dunia nyata maupun di ruang digital yang kian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.










