Koranindopos.com, Jakarta — Ikatan Alumni Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan–Ekonomi Pembangunan (IKA IESP-EP) Trisakti bekerja sama dengan Badan Pengurus Harian Mahasiswa Jurusan (BPHMJ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Future of Work: Tantangan dan Peluang Karier Lulusan Ekonomi Pembangunan” pada 27 Oktober 2026 di Kampus A Universitas Trisakti.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara alumni dan mahasiswa dalam memperluas wawasan mengenai dinamika dunia kerja, perubahan kebutuhan industri, serta peluang pengembangan karier bagi lulusan ekonomi pembangunan di tengah transformasi ekonomi global.
Melalui kegiatan ini, IKA IESP-EP Trisakti dan BPHMJ FEB Universitas Trisakti berupaya membangun ruang dialog yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis para alumni, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai realitas dunia profesional.
Hevi Novianti, S.E., M.I.Kom., sebagai alumni Ekonomi Pembangunan Universitas Trisakti sekaligus praktisi profesional dan pengusaha, mengangkat pentingnya keberanian untuk mengembangkan potensi diri serta memperluas orientasi karier melampaui batas-batas disiplin ilmu.
“Lulusan Ekonomi Pembangunan memiliki fondasi keilmuan yang sangat relevan dengan berbagai sektor industri. Kemampuan memahami dinamika ekonomi, menganalisis permasalahan, merumuskan strategi, dan membaca peluang merupakan kompetensi yang dapat diterapkan dalam beragam profesi, baik di sektor pemerintahan, korporasi, industri kreatif, maupun kewirausahaan,” ujar Hevi dalam materi kegiatan.
ia menambahkan, perjalanan karier tidak selalu berjalan linear dengan bidang pendidikan formal. Keberhasilan profesional justru banyak dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, mengambil peluang, dan beradaptasi terhadap perubahan.
Pengalaman lintas sektor, mulai dari industri media, dunia korporasi, pengembangan bisnis, hingga hubungan strategis dan kelembagaan, menunjukkan bahwa pendidikan Ekonomi Pembangunan dapat menjadi fondasi untuk membangun perjalanan karier yang dinamis.
Salah satu isu penting yang diangkat dalam kegiatan ini adalah kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Di era Future of Work, perusahaan dan organisasi semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengombinasikan pengetahuan akademik dengan keterampilan digital, kemampuan analitis, komunikasi efektif, serta pemikiran strategis. Bagi lulusan Ekonomi Pembangunan, perubahan tersebut sekaligus membuka peluang untuk berkiprah sebagai analis ekonomi, perencana pembangunan, analis kebijakan publik, konsultan bisnis, profesional sektor keuangan, pengembang usaha, hingga wirausahawan.
Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai membangun kesiapan karier sejak berada di bangku perkuliahan melalui pengembangan keterampilan, pengalaman organisasi, magang, pemanfaatan teknologi, dan perluasan jejaring profesional.
Dr. Syofriza Syofyan, SE, ME, Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi antara IKA IESP-EP Trisakti dan BPHMJ dalam menyelenggarakan kegiatan Future of Work: Tantangan dan Peluang Karier Lulusan Ekonomi Pembangunan.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai relevansi keilmuan Ekonomi Pembangunan di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.
Kolaborasi IKA IESP-EP Trisakti bersama BPHMJ FEB Universitas Trisakti juga mencerminkan pentingnya peran alumni dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa dan memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja.
Jejaring alumni tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga memiliki potensi strategis sebagai sarana berbagi pengalaman, transfer pengetahuan, pendampingan karier, serta pembukaan akses terhadap peluang profesional dan kewirausahaan. Melalui sinergi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta ekosistem kolaboratif yang mampu mempertemukan potensi mahasiswa, pengalaman alumni, serta kebutuhan dunia usaha dan industri. (RIS/Feb)










