Minggu, 25 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

DK PBB Tunda Voting Untuk Pengerahan Militer Ke Selat Hormuz

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
4 April 2026
in Internasional
A A
0
TUNDA RAPAT: Suasana rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). (Foto Ilustrasi: Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)

TUNDA RAPAT: Suasana rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). (Foto Ilustrasi: Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA-Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menunda pemungutan suara terkait rancangan resolusi dari Bahrain untuk mengamankan jalur di Selat Hormuz yang saat ini dikendalikan Iran. Resolusi Bahrain–yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk–membuka peluang penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laporan CNN yang mengutip Reuters, pemungutan suara semula dijadwalkan pada Jumat (3/4) lalu diundur ke Sabtu (4/4) siang waktu di New York, AS. Namun, menurut sejumlah diplomat, agenda tersebut kembali ditunda hingga pekan depan tanpa tanggal pasti.

Pihak Bahrain di PBB belum memberikan tanggapan terkait dengan alasan penundaan tersebut. Sejumlah negara seperti China dan Rusia dilaporkan menolak usulan tersebut karena dinilai berpotensi memperburuk situasi. Utusan China untuk PBB, Fu Cong, menegaskan langkah tersebut akan melegitimasi penggunaan kekuatan yang melanggar hukum dan tidak pandang bulu.”Secara tak terelakkan akan memicu eskalasi situasi lebih lanjut dan membawa konsekuensi serius,” kata Fu Cong.

Dalam draf yang beredar, resolusi tersebut mengizinkan negara anggota bertindak secara individu maupun melalui kerja sama maritim multinasional. Operasi itu mencakup penggunaan kekuatan defensif di wilayah Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, termasuk di perairan teritorial negara pesisir.

Artikel Terkait

Militer Pakistan Bergabung Dengan Pakta Pertahanan Makkah Tanpa Izin Parlemen

Singapura Surati 10 Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

Presiden Emmanuel Macron Sebut Trump Berkomentar Bodoh Soal Demo Prancis

Mandat itu dirancang berlaku selama enam bulan sejak disahkan, dengan kewajiban pelaporan berkala ke Dewan Keamanan. Meski demikian, resolusi menegaskan langkah ini hanya berlaku khusus untuk Selat Hormuz dan tidak dimaksudkan sebagai preseden hukum internasional.

Draf tersebut juga mengecam tindakan Iran yang dinilai melanggar hukum internasional serta mengancam stabilitas perdagangan dan keamanan energi global. Rencana voting ini muncul di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam wilayah dekat Teheran, menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim menyerang pusat komputasi awan Amazon di Bahrain. Serangan itu disebut sebagai respons atas aksi pembunuhan yang dituduhkan kepada pihak lawan.

Bahrain sendiri menjadi target karena menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat, menjadikannya bagian penting dari arsitektur keamanan Washington di kawasan Teluk. Situasi Timur Tengah, terutama Selat Hormuz, memanas sebagai langkah balasan Iran yang digempur habis-habisan oleh kolaborasi AS-Israel pada akhir Februari lalu atau pertengahan Ramadan 1447 H.

Dalam peristiwa serangan pertama AS-Israel, pemimpin tertinggi Iran yakni Ayatullah Ali Khamenei. Posisi Khamenei saat ini diganti putranya, Mojtaba. Selain memblokade Selat Hormuz, Iran juga menggempur Israel dan pangkalan-fasilitas AS di negara-negara teluk sebulan terakhir sebagai balasan. (cnn/mmr)

Topik: PBB

TerkaitBerita

OTORITAS MILITER: Militer Pakistan melancarkan serangkaian serangan atas militan di Waziristan Utara pada Minggu (15/6/2026). (Foto: dok/AP)
Internasional

Militer Pakistan Bergabung Dengan Pakta Pertahanan Makkah Tanpa Izin Parlemen

oleh Editor : Memoarto
25 Oktober 2026
TAMBAH PASUKAN: Hotspot karhutla Kalsel terus naik. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Internasional

Singapura Surati 10 Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

oleh Editor : Memoarto
24 Oktober 2026
KOMENTAR TAJAM: Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam konferensi pers pada Senin (7/4/2025).(Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Internasional

Presiden Emmanuel Macron Sebut Trump Berkomentar Bodoh Soal Demo Prancis

oleh Editor : Memoarto
23 Oktober 2026
KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Internasional

Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

oleh Editor : Memoarto
22 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Ekspansi Mobil Listrik Mungil BYD Racco Tembus Sri Lanka, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

Ekspansi Mobil Listrik Mungil BYD Racco Tembus Sri Lanka, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

25 Oktober 2026
Pastikan Keandalan Pasokan BBM Nasional, Pertamina Jalankan Tiga Komitmen Strategis

Pastikan Keandalan Pasokan BBM Nasional, Pertamina Jalankan Tiga Komitmen Strategis

25 Oktober 2026
Mengukur Risiko Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI: Pembelajaran dan Langkah Strategis

Mengukur Risiko Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI: Pembelajaran dan Langkah Strategis

25 Oktober 2026
Sering Abaikan Nyeri Lutut? Belajar dari Kasus Pengapuran Tulang Aldi Taher

Sering Abaikan Nyeri Lutut? Belajar dari Kasus Pengapuran Tulang Aldi Taher

25 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5064 shares
    Share 2026 Tweet 1266
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1096 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya