Koranindopos.com, Jakarta – Denzel Firdaus (kelas 12) dan Gavin Firdaus (kelas 11) dari Jakarta Intercultural School berhasil meraih prestasi membanggakan di kancah internasional melalui penelitian berjudul “CRISPR and Genetic Diseases: Potential, Risks, and Ethical Concerns” pada ajang International Science Project Competition (ISPC) 2025. Kompetisi ini diselenggarakan secara hibrida oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) pada 26–28 Agustus 2025.
Ajang sains bergengsi tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai negara melalui platform daring maupun luring. Negara-negara partisipan meliputi Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Rumania, Kazakhstan, hingga Belarus.
Dalam penelitiannya, Denzel dan Gavin membahas CRISPR, teknologi penyuntingan gen (gene editing) yang memungkinkan peneliti “memotong” dan “menempelkan” bagian tertentu dari DNA. Teknologi ini berpotensi memperbaiki atau menonaktifkan gen yang rusak pada penyakit yang disebabkan mutasi genetik—misalnya beberapa jenis kanker atau kelainan bawaan. CRISPR telah mulai digunakan di berbagai negara dan relatif terjangkau. Namun, karena teknologi ini tergolong baru sekaligus sangat kuat, diperlukan diskusi mendalam antara pembuat kebijakan, pemimpin dunia, ilmuwan, dan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan serta meminimalkan persoalan etis.
Ketertarikan Denzel dan Gavin terhadap topik ini berangkat dari kondisi keluarga.
“Ada beberapa penyakit genetik yang menurun di keluarga kami, seperti Alzheimer dan penyakit jantung. Hal ini membuat saya tertarik mempelajari pencegahan karena hingga kini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan; yang tersedia hanyalah teknik untuk mencegah atau membuat penderita lebih nyaman. CRISPR sangat menarik bagi kami—layaknya penemuan vaksin atau insulin, teknologi ini membuka harapan bagi penyakit yang dulu dianggap tak dapat disembuhkan,” ujar Denzel.
Melalui keikutsertaan mereka di kompetisi sains internasional ini, keduanya berharap dapat menyebarkan pengetahuan tentang teknologi penyuntingan gen dan mendorong diskusi etis di masyarakat.
Keberhasilan Denzel dan Gavin di ISPC 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama sekolah. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk mengejar mimpi, serta berkontribusi dalam penelitian dan inovasi di bidang sains dan teknologi. ( rls/doe)










