Koranindopos.com, Jakarta – Sutradara Dinna Jasanti membawa teror baru ke industri film Tanah Air melalui proyek film horor mencekam berjudul Paket Santet. Film ini mengisahkan mimpi buruk sekelompok mahasiswa yang terjebak dalam lingkaran ilmu hitam setelah menerima sebuah paket tanpa identitas.
Aktris muda Yasamin Jasem yang baru menginjak usia 22 tahun tampil sebagai pemeran utama dalam film produksi BASE Entertainment ini. Dinna Jasanti menekankan bahwa horor sesungguhnya baru dimulai saat para karakter mulai kehilangan kendali atas hidup mereka sendiri.
“Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di sinilah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai,” saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2026).
Bela dan teman-temannya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mengabaikan paket misterius tersebut tidak akan menghentikan kutukan yang sudah terlepas. Visual poster yang menampilkan ratusan lebah menjadi simbol bahwa teluh tersebut telah menemukan mangsa yang sangat tepat.
Produser Aoura Lovenson Chandra menjelaskan bahwa film ini sengaja menggunakan elemen paket yang sangat familiar di mata masyarakat Indonesia saat ini. Ia ingin menciptakan pengalaman horor yang membuat penonton terus berpikir tentang pilihan hidup dan mati saat menerima kiriman.
“Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, ‘Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?’ Karena setelah paket diterima, tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Membuka paket membawa kutukan kematian, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti kutukan berhenti. Pertarungan terbesar para karakter adalah menemukan cara bertahan hidup sebelum semuanya terlambat,” jelas Aoura Lovenson Chandra.
Fadly Faisal yang genap berusia 26 tahun pada masa rilis film ini memberikan performa terbaiknya sebagai karakter mahasiswa bernama Ale. Aktor yang pernah menjalin asmara dengan Rebecca Klopper ini mengaku ikut merasakan sensasi berpacu dengan maut selama proses syuting.
Ia merasa panik karena dalam alur cerita ini para karakter tidak mengetahui cara yang tepat untuk bisa menghentikan serangan gaib. Fadly mengajak para penikmat horor untuk merasakan kengerian saat kematian seolah sudah berada tepat di depan mata para korban.
“Selama syuting saya sering membayangkan, kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan? Rasanya panik because kita tidak tahu harus percaya kepada siapa atau harus mencari bantuan ke mana. Menurut saya, itu yang membuat film ini terasa menyeramkan. Bukan cuma karena santetnya, tetapi karena kita ikut merasakan bagaimana rasanya berpacu dengan waktu ketika kematian seolah sudah mengincar kita,” ujar Fadly Faisal.
Jajaran pemain lain seperti Fatih Unru dan Gabriella Eka Putri semakin memperkuat dinamika ketegangan yang akan tersaji di layar lebar nanti. Paket Santet akan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. (BRG/Hend)










