Koranindopos.com, Jakarta – Rumah produksi HAHA Production secara resmi meluncurkan official poster dan official trailer untuk proyek layar lebar terbaru mereka yang bertajuk Film Ketok Mejik. Acara perilisan perdana yang dinanti-nanti ini digelar dengan meriah di kawasan Plaza Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026).
Penonton kini diajak untuk berkenalan lebih dekat dengan tiga tokoh utama yang menjadi motor penggerak cerita, yakni Ben, Made, dan Saged. Kombinasi karakter unik ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama yang segar bagi penonton.
Namun, alih-alih membuka seluruh plot cerita, cuplikan perdana tersebut justru dirancang dengan sangat cerdas untuk memicu rasa penasaran. Melalui potongan-potongan adegan yang disajikan dalam trailer, publik dibiarkan menebak-nebak mengenai konflik besar serta misteri yang sebenarnya sedang dihadapi oleh ketiga sahabat tersebut di dalam bengkel mereka.
Narasi yang dibangun dalam Film Ketok Mejik berhasil membuka ruang cerita baru dengan memanfaatkan latar bengkel sebagai pusat interaksi. Penonton akan disuguhkan dinamika hubungan yang sangat erat sekaligus kocak antara ketiga tokoh sentral tersebut. Drama komedi ini tidak hanya menjual kelucuan yang dangkal, melainkan juga menghadirkan sisi emosional yang menyentuh hati di balik setiap gelak tawa.
Di bawah arahan sutradara Yogi S. Calam, film ini memang sengaja menitikberatkan kekuatannya pada kedalaman karakter dan ikatan emosional antartokoh. Humor yang disajikan sangat melekat dengan situasi yang sering ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik balutan komedinya, terdapat lapisan konflik yang mendalam mengenai perjuangan seseorang untuk membalikkan keadaan saat realitas hidup tidak berjalan mulus.
Sutradara Yogi S. Calam mengungkapkan bahwa potongan adegan yang ada di dalam trailer sengaja difokuskan sebagai media pengenalan awal agar penonton bisa menyelami karakter para pemain terlebih dahulu.
”Kami ingin penonton mengenal Ben, Made dan Saged terlebih dahulu. Masih banyak bagian dari perjalanan mereka yang belum kamitampilkankarenakami ingin pengalaman menontonnya tetap utuh ketika film ini tayang di bioskop,” katanya.
Fokus utama pada kekuatan hubungan emosional antar-karakter ini juga diamini oleh pihak produser. Proyek layar lebar ini ingin menggambarkan realitas sosial mengenai bagaimana lingkaran pertemanan yang solid dapat menjadi benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi kerasnya tekanan hidup.
”Film ini berangkat dari kisah tiga sahabat yang sama-sama ingin memperbaiki hidup mereka. Official trailer baru memperlihatkan sedikit dari perjalanan mereka. Sisanya akan berkembang seiring cerita di dalam film,” kata sang produser, Handoko.
Berdasarkan sinopsis resminya, konflik utama bermula ketika sang pemilik bengkel bernama Ben (diperankan oleh Ananta Rispo) berada dalam kondisi terdesak akibat himpitan utang yang menumpuk. Situasi semakin pelik karena ia harus berjuang mati-matian demi mempertahankan tempat usahanya dari ancaman pengusaha yang serakah. Beruntung, Ben tidak sendirian karena ia disokong penuh oleh para pekerja setianya yang memiliki tabiat absurd dan jenaka.
Dalam misi penyelamatan bengkel ini, Ben dibantu oleh Made (Tarra Budiman) yang berambisi besar, Saged (Dodit Mulyanto) yang selalu berbicara ceplas-ceplos, serta Unung (Arief Didu) dengan kepolosan karakternya. Keempat pria ini akhirnya memilih untuk menggantungkan nasib dan keselamatan bengkel mereka pada sebuah benda pusaka yang tidak biasa, yaitu sebuah palu sakti warisan leluhur. (BRG/Hend)










