Kamis, 18 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi

Fasilitas Pendanaan Hutan Tropis Jadi Harapan Baru Konservasi Global

Editor : Akula oleh Editor : Akula
10 Desember 2025
in Ekonomi, Infrastruktur
A A
0
Fasilitas Pendanaan Hutan Tropis Jadi Harapan Baru Konservasi Global
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Usulan pendanaan inovatif bernama Tropical Forest Forever Facility (TFFF) kini mencuri perhatian dunia sebagai skema baru yang digadang-gadang mampu memperkuat pembiayaan pelestarian hutan tropis. Inisiatif ini digerakkan di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan ekosistem yang terancam perubahan iklim, dengan pendekatan blended finance yang menggabungkan modal publik dan swasta untuk mencapai dampak jangka panjang.

TFFF dirancang menghimpun dana pokok sebesar USD 125 miliar, yang kemudian dikelola melalui portofolio pendapatan tetap. Dari pengelolaan tersebut, fasilitas ini menargetkan imbal hasil tahunan USD 3–4 miliar yang akan disalurkan sebagai pembayaran berbasis kinerja kepada negara-negara pemilik hutan tropis. Pemantauan kondisi hutan dilakukan melalui teknologi satelit dan sistem penginderaan jauh sehingga setiap pembayaran hanya diberikan ketika negara memenuhi indikator perlindungan yang ditetapkan.

Setiap negara yang menerima dana wajib mengalokasikan setidaknya 20 persen hasil pembayaran langsung kepada Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (IPLCs). Mereka adalah kelompok yang hidup berdampingan dengan hutan dan kerap menjadi garda terdepan dalam menjaga bentang alam. Dana selebihnya digunakan untuk memperkuat kebijakan konservasi, mulai dari patroli hutan hingga pemulihan area terdampak deforestasi.

IMG 20251210 WA0012 - Fasilitas Pendanaan Hutan Tropis Jadi Harapan Baru Konservasi Global

Artikel Terkait

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

BBM Biodiesel B50 Siap Diluncurkan 1 Juli 2026, Pemerintah Matangkan Uji Coba

Program Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta dan Uang Saku Ditanggung Pemerintah

TFFF menargetkan dukungan awal sebesar USD 25 miliar dari pendanaan publik yang nantinya dapat memicu kehadiran tambahan USD 100 miliar dari sektor swasta. Sejumlah negara seperti Brasil, Indonesia, Prancis, Jerman, dan Norwegia telah menyatakan komitmen awal dengan total kontribusi USD 6,7 miliar sebagai langkah awal pembentukan fasilitas global ini.

Dari perspektif nasional, Indonesia diperkirakan membutuhkan pembiayaan konservasi yang jauh lebih besar dibanding anggaran saat ini. Peneliti WRI Indonesia Sita Primadevi menyebut kebutuhan tersebut mencapai IDR 25–33 triliun per tahun, sementara pendanaan publik baru berada di kisaran IDR 2,6 triliun. Ia menyoroti adanya kesenjangan besar yang mencapai IDR 22,4–30,6 triliun setiap tahun. Melalui TFFF, Indonesia berpotensi menerima sekitar IDR 6,3 triliun per tahun bila memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat berbasis kinerja.

Namun, peluang itu bukan tanpa syarat. Negara yang ingin memperoleh dana TFFF harus memenuhi sejumlah prasyarat ketat, mulai dari mempertahankan laju deforestasi di bawah 0,5 persen hingga memiliki mekanisme pengelolaan keuangan publik yang transparan dan akuntabel. Selain itu, mereka perlu memastikan alokasi 20 persen dana untuk IPLCs serta menjamin bahwa pendanaan TFFF bersifat tambahan, bukan menggantikan anggaran rutin negara.

Kesiapan nasional menjadi aspek penting keberhasilan program ini. Pemerintah harus memperkuat sistem pemantauan kondisi hutan, memperbarui data tata batas wilayah, memastikan pengakuan hak masyarakat adat, serta menetapkan prioritas kebijakan yang konsisten. Tanpa fondasi kuat tersebut, penyaluran dana berisiko tidak tepat sasaran dan gagal memberikan dampak jangka panjang.

TFFF dinilai sebagai peluang emas untuk mempercepat aksi iklim. Banyak pihak memandang fasilitas ini sebagai jawaban atas minimnya aliran pendanaan global bagi negara-negara yang memikul beban menjaga hutan tropis. Dengan mekanisme berbasis kinerja, negara terdorong meningkatkan perlindungan terhadap kawasan hutan yang tersisa.

Harapan besar juga datang dari masyarakat adat dan komunitas lokal yang selama ini memikul tanggung jawab menjaga keutuhan ekosistem. Dukungan dana yang lebih terarah diyakini dapat memperbaiki kesejahteraan mereka sekaligus memperkuat peran dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Jika fasilitas ini terlaksana sesuai rencana, TFFF berpotensi menjadi katalis transformasi besar dalam pembiayaan konservasi global dan membuka jalan bagi model pendanaan iklim yang lebih adil serta berkelanjutan. (Brg/Hend)

Topik: TFFF

TerkaitBerita

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 
Infrastruktur

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

oleh Editor : Anggoro
18 Juni 2026
BBM Biodiesel B50 Siap Diluncurkan 1 Juli 2026, Pemerintah Matangkan Uji Coba
Ekonomi

BBM Biodiesel B50 Siap Diluncurkan 1 Juli 2026, Pemerintah Matangkan Uji Coba

oleh Editor : Affandy
18 Juni 2026
Program Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta dan Uang Saku Ditanggung Pemerintah
Bisnis

Program Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta dan Uang Saku Ditanggung Pemerintah

oleh Editor : Affandy
18 Juni 2026
Pizza Hut Resmi Dijual Rp 47,8 Triliun, Hadapi Tekanan Persaingan dan Perubahan Tren Konsumen
Bisnis

Pizza Hut Resmi Dijual Rp 47,8 Triliun, Hadapi Tekanan Persaingan dan Perubahan Tren Konsumen

oleh Editor : Affandy
17 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

18 Juni 2026
Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

18 Juni 2026
Ditjen Dikti Buka Magang 2026 Batch 3, Mahasiswa Bisa Daftar untuk Berbagai Posisi Strategis

Ditjen Dikti Buka Magang 2026 Batch 3, Mahasiswa Bisa Daftar untuk Berbagai Posisi Strategis

18 Juni 2026
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli-September 2026, Masyarakat Diminta Waspada

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli-September 2026, Masyarakat Diminta Waspada

18 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3499 shares
    Share 1400 Tweet 875
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    424 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya