
YOGYAKARTA, koranindopos.com – Fasilitas riset pengelolaan pangan tradisional terintegrasi berstandar cGMP atau Traditional Food GMP Facility (TFGF) dibangun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA).
“Saat ini proses pembangunan fasilitas TFGF di BPTBA sudah selesai, tinggal memasuki masa pemeliharaan dan penataan peralatan laboratorium,” ujar Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik, Agus Haryono pada kunjungan kerja di BPTBA BRIN Kamis, (13/1/2022).
Sementara itu, Plt. Kepala Kantor BPTBA Satriyo Krido Wahono mengatakan Pembangunan fasilitas SBSN TFGF ini bernilai penting bagi pengembangan riset pengemasan dan riset halal di BRIN. “Program unggulan BPTBA BRIN adalah pengembangan teknologi dan proses pangan, yang di dalamnya terdapat teknologi pengemasan produk pangan dan riset halal. Dengan adanya dukungan fasilitas laboratorium yang lebih lengkap, diharapkan hasil riset kami dapat termanfaatkan secara maksimal,” terang Satriyo.
Menurutnya, riset halal yang nantinya ada di BPTBA telah mendapat dukungan banyak pihak, termasuk Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin. “Wapres mendorong BRIN mewujudkan adanya pusat riset halal, selain itu adanya factory sharing pengalengan juga menjadi penanda adanya penerapan sertifikasi halal pada produk pangan yang dihasilkan oleh UKM,” tambah Satriyo.
Pengelola fasilitas laboratorium di BPTBA BRIN Safitri Widodo menjelaskan fasilitas TFGF terdiri dari laboratorium dan instrumen pendukung. “Total ada empat gedung yang dibangun, yaitu gedung co-working space, gedung laboratorium terpadu, gedung pengujian in-vivo, dan gedung proses cGMP,” jelas Safitri.
“Nantinya akan ada beberapa fasilitas laboratorium diantaranya Lab Biomolekuler, Lab Mikrobiologi Pangan, dan Lab Mikologi Pangan yang akan mendukung riset halal. Sedangkan pada gedung proses cGMP dilengkapi line cGMP pengemasan, line proses produksi dan pengolahan kakao/kopi, proses penepungan, line proses produksi mie, Lab pengembangan produk (kering, fermentasi, daging, minuman), dan Lab Sensoris,” papar Safitri. (rls/riz)










