koranindopos.com – Tondano. Kementerian Perdagangan (Kemendag) meresmikan Digitalisasi Pasar Rakyat di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat, 11 November 2022. Peresmian ini dilakukan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo sebagai antisipasi agar pedagang pasar rakyat mampu bersaing dengan pedagang yang menjajakan barangnya secara online.
Dasar Hukum pelaksanaan Program Digitalisasi Pasar Rakyat adalah PP No 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan yang antara lain menyebutkan bahwa pengelola dan pedagang Pasar Rakyat memanfaatkan teknologi informasi dalam proses bisnis dan perdagangan untuk meningkatkan penjualan dan pelayanan sehingga dapat meningkatkan omzet bagi pedagang dan retribusi bagi pengelola Pasar Rakyat.
Pada program Digitalisasi Pasar Rakyat, Kemendag menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) untuk bersama-sama mendukung inklusi keuangan dan literasi keuangan yang telah dicanangkan pemerintah. Dalam kerja sama ini PT Pos Indonesia menyediakan sistem pembayaran melalui QRIS dan Pospay agar masyarakat dan pedagang dapat melakukan berbagai transaksi secara digital (cashless society), kemudian untuk memberdayakan para pedagang/pengelola pasar dan masyarakat sekitar Pasar Rakyat, Pos Indonesia menyiapkan Program Kemitraan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan di lingkungan Pasar Rakyat melalui kerja sama Kemitraan Pospay Kios dan Agenpos.
Melalui Kemitraan Pospay Kios, masyarakat baik itu pedagang pengelola pasar ataupun masyarakat sekitar dapat menjadi mitra yang dapat melayani berbagai layanan inklusi keuangan seperti transfer dana, melakukan penerimaan berbagai tagihan / cicilan mulai dari tagihan listrik, air, pajak daerah, PPh, PPN, pembayaran transaksi ecommerce, cicilan kendaraan, top up uang elektronik dan sebagainya, dalam pola kemitraan ini para mitra Pospay Kios akan mendapatkan tambahan penghasilan dari sharing revenue yang diterima Pos Indonesia.
Kemudian daripada itu untuk mendukung proses pengiriman barang dan logistic dari para pedagang dan masyarakat sekitar pasar rakyat, Pos Indonesia juga menggandeng para pedagang, pengelola pasar dan masyarakat sekitar agar bisa menjadi Agenpos sehingga proses pengiriman barang dari para pedagang kepada pembeli dapat dilakukan secara lebih cepat, para agenpos ini juga akan mendapatkan sharing revenue dari Pos Indonesia dari nilai bea kiriman barang-barang yang diterima dari para Agenpos tersebut, selain itu para pedagang,pengelola pasar dan masyarakat sekitar juga digandeng oleh Pos Indonesia agar bisa menjadi Drop Point atau tempat penitipan kiriman atas kiriman masyarakat yang akan dikirim sebelum dipickup oleh petugas Kantorpos.
“Penyediaan layanan tersebut telah kami lakukan kepada pedagang di wilayah Minahasa sejak 14 Oktober 2022 sampai saat ini, oleh Tim Kantor Cabang Utama Manado dengan pengguna yang terus bertambah. Namun dalam kegiatan masih terdapat kendala antara lain koneksi internet dan belum semua pedagang menggunakan ponsel Android. Untuk memudahkan para pedagang maupun pembeli dalam proses transaksi, PT Pos Indonesia (Persero) melalui program CSR memberikan bantuan koneksi internet di Pasar Sonder secara gratis selama 1 Tahun,” kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris.
Program Digitalisasi Pasar Rakyat ini sejalan dengan tujuh transformasi yang tengah dijalankan oleh Pos Indonesia, yakni Business Transformation, Product and Channel Transformation, Transformation Process, Technology Transformation, Human Resourch Transformation, Organization Transformation, dan Culture Transformation.
“Transformasi tersebut khususnya di bidang bisnis jasa keuangan maupun kurir logistik dapat berkolaborasi dalam menyukseskan program Digitalisasi Pasar Rakyat,” kata Haris.
Diharapkan Digitalisasi Pasar Rakyat dapat diterapkan di seluruh Indonesia, mengingat program ini dapat membantu meningkatkan perekonomian.
“Hari ini merupakan momentum yang sangat penting karena merupakan awal dari kolaborasi PT Pos Indonesia (Persero) dalam mewujudkan program pemerintah berkenaan dengan Digitalisasi Pasar Rakyat. Program Digitalisasi Pasar Rakyat ini selanjutnya akan dilakukan di seluruh Pasar di Indonesia secara bertahap,” ucap Haris.
Digitalisasi Pasar Rakyat merupakan inisiatif bersama untuk melakukan transformasi digital pada proses bisnis di pasar rakyat yang bersifat end-to-end, dari proses bisnis secara offline (tunai, manual) menjadi online (nontunai, digital/berbasis apps).
Program ini bertujuan untuk mendukung gerakan non-tunai, mendorong inklusi keuangan dan literasi keuangan, meningkatkan literasi digital masyarakat dan pengembangan ekosistem keuangan digital, memperluas akses pendanaan UMKM/pedagang pasar terhadap fintech lending, memperkuat sinergi antara lembaga keuangan (bank) dan pelaku fintech, serta menjadi referensi dalam penyempurnaan Strategi Nasional Pengembangan Ekosistem Keuangan Digital di Indonesia.
Pospay dari PT Pos Indonesia Permudah Transaksi di Program Digitalisasi Pasar Rakyat
Minahasa: PT Pos Indonesia (Persero) digandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyediakan aplikasi mobile Pospay pada program Digitalisasi Pasar Rakyat yang resmi dimulai di Pasar Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Jumat, 11 November 2022.
Dalam kerja sama ini PT Pos Indonesia menyediakan sistem pembayaran melalui QRIS dan Pospay agar masyarakat dan pedagang dapat melakukan berbagai transaksi secara digital (cashless society).
Dengan menggunakan Pospay, baik pembeli maupun penjual dapat bertransaksi dengan mudah, cepat, dan efisien. Uang pun langsung diterima pada saat transaksi selesai dilakukan.
“Digitalisasi pasar dimulai dari transaksi pembayaran melalui aplikasi Pospay. Pakai Pospay praktis, cepat ,efisien. Tinggal scan QRIS, uang langsung masuk ke rekening penjual tanpa perantara,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, ditemui di Pasar Sonder usai peresmian program Digitalisasi Pasar Rakyat.
Dengan sinergi yang baik bersama PT Pos Indonesia, Kemendag optimistis Digitalisasi Pasar Rakyat di seluruh Indonesia akan berjalan dengan lancar.
“Target kita memastikan sebanyak-banyaknya di seluruh wilayah di Indonesia, karena ini sesuai arahan Bapak Presiden agar kita mendigitalisasi pasar untuk meningkatkan kemudahan bagi konsumen, pedagang, dan semua pihak untuk bisa melakukan pembayaran dengan praktis,” ucap Jerry.
Jerry mengapresiasi upaya PT Pos Indonesia mendukung percepatan inklusi keuangan dengan terus menerus mengedukasi masyarakat terkait digitalisasi.
“Kami melakukan literasi dengan dibantu PT Pos, terima kasih. PT Pos terus mengawal, memastikan pedagang tersosialisasikan dengan baik. Karena untuk digitalisasi perlu edukasi juga kepada masyarakat. Banyak yang khawatir jika uangnya dibayar pakai scan, apakah uangnya sampai atau tidak. Kami berterima kasih juga kepada BI yang sudah siap dengan QRIS, kami bersinergi untuk memastikan konsumen dan pedagang tersosialisasi dan bisa menggunakan digitalisasi,” ucapnya.
Tak hanya menyediakan aplikasi Pospay, PT Pos Indonesia juga memberikan bantuan CSR jaringan internet di Pasar Sonder. Hal ini dilakukan karena ketersediaan jaringan di Pasar Sonder masih minim.
“Kami ikut mengawal bagaimana program digitalisasi pasar ini bisa sukses. Salah satu kendala di Pasar Sonder ini adalah masalah jaringan. Untuk membantu itu akan ada sinergi antar kementerian/lembaga. Untuk sementara ini kami memberikan CSR menyiapkan jaringan di Pasar Sonder setahun ke depan,” kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris.
Lebih lanjut Haris menjelaskan Pospay tidak hanya sebagai alat pembayaran. Pospay memiliki banyak fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pedagang pasar. Misalnya, membayar tagihan listrik, membeli pulsa.
“Pospay kita siapkan tidak hanya untuk mendukung digitalisasi pasar, namun juga sebagai kontribusi PT Pos Indonesia mendorong inklusi keuangan. Masyarakat kita masih banyak yang belum terjangkau akses perbankan. Dengan Pospay siapapun bisa, termasuk yang tidak punya KTP bisa melakukan transaksi maksimum Rp2 juta. Mudah-mudahan dari Pasar Sonder ini akan merambah pasar-pasar lainnya di Indonesia sehingga semua orang bisa merasakan digitalisasi,” ucap Haris.
Untuk memberdayakan para pedagang/pengelola pasar dan masyarakat sekitar pasar rakyat, Pos Indonesia menyiapkan Program Kemitraan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan di lingkungan Pasar Rakyat melalui kerja sama Kemitraan Pospay Kios dan Agenpos.
Melalui Kemitraan Pospay Kios, masyarakat baik itu pedagang pengelola pasar ataupun masyarakat sekitar dapat menjadi mitra yang dapat melayani berbagai layanan inklusi keuangan seperti transfer dana, melakukan penerimaan berbagai tagihan/cicilan mulai dari tagihan listrik, air, pajak daerah, PPh, PPN, pembayaran transaksi ecommerce, cicilan kendaraan, top up uang elektronik dan sebagainya, dalam pola kemitraan ini para mitra Pospay Kios akan mendapatkan tambahan penghasilan dari sharing revenue yang diterima Pos Indonesia.
Tak hanya itu, untuk mendukung proses pengiriman barang dan logistik dari para pedagang dan masyarakat sekitar pasar rakyat, Pos Indonesia juga menggandeng para pedagang, pengelola pasar dan masyarakat sekitar agar bisa menjadi Agenpos sehingga proses pengiriman barang dari para pedagang kepada pembeli dapat dilakukan secara lebih cepat, para agenpos ini juga akan mendapatkan sharing revenue dari Pos Indonesia dari nilai bea kiriman barang-barang yang diterima dari para Agenpos tersebut, selain itu para pedagang,pengelola pasar dan masyarakat sekitar juga digandeng oleh Pos Indonesia agar bisa menjadi Drop Point atau tempat penitipan kiriman atas kiriman masyarakat yang akan dikirim sebelum dijemput oleh petugas Kantorpos.
“Kami ingin membantu masyarakat, menciptakan ekosistem. Kami menyediakan drop point bagi masyarakat yang ingin mengirim sesuatu, nanti petugas Pos akan menjemput dan mengirimkan ke daerah lain. Kios Pospay tidak hanya untuk proses bayar, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya masyarakat yang ingin membayar sesuatu tagihan cukup datang ke kios Pospay,” kata Haris.
Pedagang Senang, Uang Cepat Diterima via Pospay
Pedagang Pasar Sonder antusias menyambut kehadiran Digitalisasi Pasar Rakyat yang diimplementasikan melalui aplikasi Pospay. Salah satu pedagang di Pasar Sonder, Enola, menuturkan transaksi kini makin cepat dan mudah dengan Pospay.
“Digitalisasi memudahkan proses transaksi. Pakai Pospay, kita mudah tidak perlu menyiapkan uang kembalian, sehingga transaksi lebih cepat dan efisien,” kata Enola.
Enola senang diperkenalkan dengan Pospay. Sebab, kini banyak hal bisa dilakukan Enola hanya di satu aplikasi.
“Saya senang petugas Kantorpos pusat di Manado datang memperkenalkan Pospay karena banyak kegunaannya. Selain untuk memperlancar transaksi, juga bisa untuk melakukan pembayaran tagihan listrik, beli pulsa, tiket. Ada banyak kemudahan yang diberikan Pospay. Pospay juga bisa menabung, tidak ada potongan tiap bulan. Saya sangat tertarik pakai Pospay,” katanya.
Enola berharap tidak hanya dirinya dan pedagang di Pasar Sonder yang tergugah menggunakan aplikasi Pospay, namun juga semua orang.
“Saya berharap semua orang bisa menggunakan digitaliasi, memudahkan pedagang dan pembeli. Uang langsung kita terima, tentunya ini memudahkan pedagang karena perlu uang untuk memutar modal usaha. Harapannya banyak yang akan mengikuti jejak kami menggunakan Pospay untuk program digitalisasi pasar di Minahasa sehingga ke depannya kita tidak tertinggal dari sisi teknologi,” ucapnya.










