koranindopos.com – Jakarta. Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai gol ketiga yang dicetak Inter Milan menjadi titik balik yang menghancurkan mental timnya. Hal tersebut membuat Il Lupi kehilangan semangat hingga akhirnya harus menyerah dengan skor telak 2-5.
Pertandingan lanjutan Serie A yang digelar di Giuseppe Meazza pada Senin (6/4/2026) berlangsung sengit sejak awal. Namun, dominasi Inter di babak kedua membuat Roma tak mampu membendung serangan tuan rumah.
Gasperini mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya masih mampu bersaing hingga gol ketiga Inter tercipta. Namun setelah itu, mental para pemain menurun drastis.
Gol tersebut menjadi momentum bagi Inter untuk semakin menekan, sementara Roma kesulitan bangkit dan kehilangan organisasi permainan.
Kemenangan ini membuat Inter Milan, yang dijuluki Si Ular, semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 72 poin. Mereka unggul sembilan angka dari rival terdekat, AC Milan, yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Roma tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 54 poin, membuat peluang mereka untuk bersaing di papan atas semakin berat.
Lima gol kemenangan Inter dicetak oleh para pemain andalan mereka. Lautaro Martinez menjadi bintang dengan mencetak dua gol (brace). Sementara gol lainnya disumbangkan oleh Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, dan Nicolo Barella.
Di sisi lain, Roma hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol dari Gianluca Mancini dan Lorenzo Pellegrini.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Gasperini dan timnya. Selain masalah teknis, aspek mental juga menjadi sorotan utama setelah tim gagal mempertahankan konsistensi permainan.
Roma perlu segera bangkit jika ingin tetap bersaing dalam perebutan tiket kompetisi Eropa musim depan. Sementara bagi Inter, kemenangan ini semakin mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat juara Serie A musim ini.(dhil)









