Kamis, 3 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Gelar Akademik Bukan Lagi Jaminan, Cara Pandang Orang Tua Telah Bergeser

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
7 April 2026
in Opini
A A
0
CIVITAS AKADEMIKA: Sejumlah mahasiswa berdiskusi di area kampus. (Foto Ilustrasi: Istimewa)

CIVITAS AKADEMIKA: Sejumlah mahasiswa berdiskusi di area kampus. (Foto Ilustrasi: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ANNISAHERDYANA

PASCA pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, ruang publik digital Indonesia tidak hanya diramaikan oleh euforia kelulusan, tetapi juga oleh munculnya kekhawatiran baru di kalangan orang tua. Dalam sepekan terakhir, percakapan di berbagai platform media sosial seperti Threads dan X, hingga diskusi sehari-hari, menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap pendidikan tinggi dan masa depan anak.

ANNISAHERDYANA(Foto: Dok/Annisaherdyana)
ANNISAHERDYANA
(Foto: Dok/Annisaherdyana)

Data menunjukkan bahwa dari 806.242 siswa yang mendaftar SNBP tahun ini, hanya sekitar 178.981 siswa yang dinyatakan lolos. Di balik angka tersebut, ratusan ribu calon mahasiswa harus mencari alternatif lain untuk melanjutkan pendidikan.

Namun, perhatian publik kini tidak lagi hanya berfokus pada siapa yang lolos dan siapa yang tidak. Diskusi yang berkembang mulai menyentuh hal yang lebih mendasar: sejauh mana pendidikan tinggi masih relevan dalam menjawab tantangan dunia kerja saat ini.

Artikel Terkait

TEFA Perlu Kafah, Jangan Mualaf terhadap Deep Learning

Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

Di berbagai percakapan yang muncul, semakin banyak orang tua yang mulai mempertanyakan efektivitas investasi pendidikan yang besar jika tidak dibarengi dengan kesiapan kerja yang nyata. Isu mengenai lulusan sarjana yang menganggur atau bekerja di bidang yang tidak relevan dengan studinya pun kembali mencuat dan menjadi bahan refleksi bersama.

Keresahan ini juga dipicu oleh realitas bahwa bahkan profesi yang selama ini dianggap stabil dan menjanjikan pun tidak sepenuhnya bebas dari risiko pengangguran. Hal ini mendorong orang tua untuk mulai berpikir ulang tidak hanya tentang jurusan atau kampus yang dipilih, tetapi juga tentang arah karier jangka panjang anak.

Jika sebelumnya fokus utama adalah memastikan anak masuk ke jurusan atau profesi “impian”, kini mulai muncul kesadaran baru. Orang tua semakin menyadari bahwa realitas industri, kebutuhan pasar kerja, serta dinamika ekonomi harus menjadi pertimbangan utama sejak awal.

Sebagai salah satu yang diperbincangkan dalam platform media sosial Threads oleh username @annisaherdyana terkait kesiapan lulusan mahasiswa dalam bekerja, dilihat dari kampus yang dapat mempersiapkan lulusannya untuk bersaing di industri lebih baik.

”Bukan berarti background kuliah ga penting ya. Buatku penting, tapi bukan yang paling penting. Banyak faktor lain yang bisa dan harus kita consider untuk kasih gambaran, yaitu seberapa siap orang ini masuk dunia kerja?” tulis @annisaherdyana dalam percakapan di Threads.

Perubahan ini melahirkan pendekatan baru dalam melihat pendidikan tinggi. Orang tua kini tidak lagi hanya mengejar nama besar kampus, tetapi mulai mencari institusi yang mampu membekali mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja.

Beberapa faktor yang kini menjadi perhatian utama antara lain:

  • Relevansi kurikulum, yaitu sejauh mana materi pembelajaran mampu menjawab kebutuhan industri ke depan
  • Ekosistem praktis, seperti program magang terintegrasi dan koneksi dengan dunia kerja
  • Pengembangan soft skills, termasuk kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kepemimpinan

Fenomena ini menandai bahwa pendidikan tinggi kini semakin diposisikan sebagai investasi strategis jangka panjang, bukan sekadar pencapaian akademik.

Bagi banyak keluarga, pertanyaan yang muncul kini menjadi jauh lebih kompleks. Bukan lagi sekadar “anak saya kuliah di mana?”, tetapi “apakah pendidikan yang dipilih benar-benar mampu membawa anak pada kesiapan menghadapi dunia profesional?”

Ke depan, tantangan bagi institusi pendidikan di Indonesia tidak hanya terletak pada menerima mahasiswa baru, tetapi juga pada kemampuan untuk membuktikan bahwa mereka dapat menjadi jembatan nyata antara dunia akademik dan dunia kerja.

Di tengah lanskap yang semakin kompetitif dan tidak pasti, institusi yang mampu memberikan arah, relevansi, dan kesiapan karier sejak dini diprediksi akan menjadi pilihan utama bagi orang tua dalam menentukan masa depan pendidikan anak. (*/mmr)

Topik: AkademikPendidikansnbp

TerkaitBerita

“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?
Opini

TEFA Perlu Kafah, Jangan Mualaf terhadap Deep Learning

oleh Editor : Anggoro
23 Agustus 2026
Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian
Opini

Transformasi Jaminan Sosial menuju Pemberdayaan dan Kemandirian

oleh Editor : Anggoro
15 Agustus 2026
Bamsoet
Opini

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

oleh Editor : Hairul
3 Agustus 2026
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

oleh Editor : Anggoro
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

HABIS-HABISAN: Pertandingan PSG vs Manchester United. (Foto Ilustrasi: (c) Manchester United)

Keluar Modal Besar, Manchester City Jadi Penantang Serius Arsenal

3 September 2026
Jeritan Musisi Timur Menagih Hak, Kala Royalti Digital Tertahan dan Menteri HAM Turun Tangan

Jeritan Musisi Timur Menagih Hak, Kala Royalti Digital Tertahan dan Menteri HAM Turun Tangan

2 September 2026
IHSG Kembali Menguat, Mirae Asset Sebut Asing Mulai Akumulasi Saham Bank Besar

IHSG Kembali Menguat, Mirae Asset Sebut Asing Mulai Akumulasi Saham Bank Besar

2 September 2026
Infinix XPAD 30 Pro Meluncur 8 September 2026, Bawa Layar 11 Inci 2.5K dan Helio G200 Ultimate

Infinix XPAD 30 Pro Meluncur 8 September 2026, Bawa Layar 11 Inci 2.5K dan Helio G200 Ultimate

2 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    809 shares
    Share 324 Tweet 202
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Update Harga HP Samsung Akhir Agustus 2026, Galaxy Z dan S Series Punya Selisih Harga Menarik

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Selangkah Lagi Enzo Fernandez Ke Manchester City

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya