koranindopos.com – Jakarta Kasus Covid-19 di Jakarta mulai melonjak beberapa pekan terakhir. Kamis (10/11/2022), dengan tambahan 2.396 kasus baru, kasus aktif di Jakarta saat ini sudah mencapai 16.783 orang. Dengan lonjakan kasus yang mulai signifikan, Pemprov DKI terus menggencarkan kegiatan vaksinasi. Terutama booster.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ngabila Salama menuturkan, kenaikan kasus di Jakarta dipengaruhi oleh varian-varian baru dari Covid-19 subvarian Omicron. Adapun varian baru tersebut adalah XBB dan BQ.1. ”Puncak kasus Covid-19 pengaruh XBB dan BQ.1 diprediksi akhir November sampai Desember tahun ini. Oleh karena itu, kami imbau untuk melengkapi vaksinasi Covid-19 segera,” kata Ngabila kepada awak media.
Menurut Ngabila, Stok vaksin di Jakarta masih mencukupi hingga saat ini. Oleh karena itu, bagi warga masyarakat dia meminta untuk melengkapi vaksinnya. Untuk dosis ketiga, di Jakarta baru diizinkan untuk usia 18 tahun ke atas. Sementara untuk dosis keempat, hanya untuk tenaga kesehatan saja. ”Ingat ya, saat ini untuk dosis ketiga hanya untuk 18 tahun ke atas. Lalu, agar tidak terpapar, tetap pakai masker dimanapun dan kapanpun,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono tidak menampik bahwa kasus Covid-19 di Jakarta mulai menunjukkan peningkatan. Untuk mengantisipasi lonjakan terus terjadi, dia menyebutkan sudah meminta kepada Dinkes DKI untuk mempercepat vaksinasi booster.
”Ya harus dipercepat boosternya. Dan bu kadis (kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti) menjamin vaksin ada. Kementerian Kesehatan juga akan mem-back up. Mudah-mudahan kasusnya bisa segera menurun. Makanya, semuanya harus booster,” katanya.
Dengan kasus yang mulai melonjak, Heru juga menyebutkan sudah meminta kepada kegiatan hiburan berupa konser untuk diperketat. Salah satunya, mengurangi kapasitas. ”Kemarin, saya sudah meminta kepada kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif DKI untuk mengurangi perizinan (konser, Red). Misalnya, untuk ruangannya yang harusnya cukup 100 orang, itu jangan 100 orang, tetapi dikurangi jadi 60 atau 70 orang,” imbuhnya. (wyu/mmr).










