koranindopos.com – Jakarta. Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, menggelar pertemuan dengan Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, untuk membahas kondisi jalur Parung Panjang yang kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyebut jalur tersebut sebagai ‘jalur neraka’ karena tingginya angka kecelakaan.
Pertemuan ini diunggah dalam akun YouTube resmi milik Dedi Mulyadi dan dilihat oleh banyak pihak, termasuk media. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu (9/2), turut hadir Wakil Bupati Bogor terpilih, Ade Jaro.
AKBP Rio Wahyu Anggoro menjelaskan berbagai persoalan yang ada di jalur Parung Panjang, mulai dari median jalan yang rusak, kondisi konstruksi jalan yang kurang layak, hingga minimnya penerangan di sepanjang jalur tersebut. Menurutnya, selama masa jabatannya, sekitar 100 orang telah menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perbaikan jalur Parung Panjang harus menjadi prioritas guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Ia juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi terbaik dalam menangani permasalahan infrastruktur di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyampaikan rencananya untuk berkantor di Kota Bogor setelah pelantikannya pada 6 Februari 2025. Langkah ini diambil agar ia lebih dekat dengan masyarakat serta lebih memahami berbagai permasalahan yang ada di wilayah tersebut.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan jalur Parung Panjang bisa segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak berwenang, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.(dhil)








