
JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berkeinginan mengundang pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus ke Indonesia. Dia ingin mengajak Paus Fransiskus melihat indahnya keberagaman masyarakat Indonesia. Keinginan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia di Nusa Dua, Denpasar, Bali, baru-baru ini.
“Saya ingin menghadirkan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk melihat langsung indahnya keberagaman di Indonesia, sekaligus menyapa umat Katolik Indonesia secara langsung,” ujar Menag Yaqut dalam siaran persnya, Selasa (8/3). Dia berharap pandemi yang menghantam berbagai negara di dunia termasuk Indonesia cepat mereda. “Mudah-mudahan setelah kondisi normal, beliau bisa hadir ke Indonesia. Saya minta Pak Plt Dirjen Katolik menjajaki rencana mengundang beliau,” sambungnya.
Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu lalu berkisah tentang pertemuannya dengan pemimpin Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus itu pada 2019 silam. Dia mengapresiasi keterbukaan Paus Fransiskus dalam menerima perbedaan. “Saya bercerita tentang keindahan toleransi di Indonesia dan beliau (Paus Fransiskus) mengaku sangat mencintai Indonesia,” kata dia. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap spirit keberagaman dan toleransi semakin hidup di dalam jiwa masyarakat Indonesia. Menjadikan keberagaman sebagai anugerah Tuhan yang harus dirawat.
Gus Yaqut tak lupa mengapresiasi pertemuan nasional yang dihadirinya membahas konsep moderasi beragama dalam perspektif umat Katolik. Pertemuan nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia mengusung tema ‘Penguatan Moderasi Beragama untuk Mendukung Masyarakat yang Damai dan Inklusif Demi Pembangunan yang Berkelanjutan’. Menurutnya, kegiatan seperti itu sangat dibutuhkan, karena selain mendiskusikan penguatan moderasi beragama, juga akan merumuskan langkah strategis, sistematis, dan simultan untuk merawat persaudaraan dan kerukunan.(hai)









