Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Harga Minyak Dunia Mulai Mereda, Sinyal Damai Iran-AS Redakan Kekhawatiran Pasokan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
22 Agustus 2026
in Ekonomi
A A
0
Harga Minyak Dunia Mulai Mereda, Sinyal Damai Iran-AS Redakan Kekhawatiran Pasokan

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Kenaikan harga minyak dunia mulai sedikit mereda pada perdagangan Jumat (21/8/2026), setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan sinyal bahwa Iran menginginkan perang dengan Amerika Serikat (AS) segera berakhir.

Meski demikian, harga minyak mentah masih berada dalam tren penguatan setelah sebelumnya melonjak cukup tajam akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (22/8/2026), harga minyak mentah Brent berjangka yang menjadi salah satu patokan harga minyak global naik 61 sen atau sekitar 0,65 persen menjadi US$94,39 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 23 sen menjadi US$87,06 per barel.

Artikel Terkait

Bank Jakarta dan ITB Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Riset

Kartu Kredit Indonesia Resmi Meluncur, Begini Cara Aktivasi dan Penggunaannya di BCA

Saham RANS Turun di Bawah Harga IPO, Antrean Jual Tembus 1 Juta Lot

Kenaikan pada Jumat tersebut relatif terbatas dibandingkan lonjakan harga pada perdagangan sebelumnya. Dalam lima hari sebelum perdagangan Jumat, harga Brent telah menguat lebih dari 7 persen, sedangkan WTI melonjak lebih dari 8 persen.

Pergerakan harga minyak tidak terlepas dari perkembangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Harga minyak sempat mengalami penurunan cukup signifikan selama dua pekan pertama Agustus setelah sejumlah pejabat AS memberikan sinyal bahwa kesepakatan dengan Iran berpotensi segera tercapai.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali lalu lintas kapal dan distribusi energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Namun, kesepakatan tersebut tak kunjung terwujud. Ketegangan antara kedua pihak justru kembali meningkat sehingga pasar energi mulai mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah dalam waktu lebih lama.

Dalam kondisi tersebut, pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengenai keinginan untuk mengakhiri perang memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk bernapas.

Pezeshkian bahkan mengisyaratkan keterbukaan terhadap nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan AS.

“Lebih baik mengakhiri perang hari ini ketika Iran berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat,” kata Pezeshkian, menurut kantor berita negara PressTV.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik lebih lanjut.

Meskipun kembali naik, harga minyak dunia saat ini masih berada cukup jauh di bawah level tertinggi yang sempat dicapai ketika perang di Timur Tengah pecah.

Namun, kondisi pasar energi global tetap menjadi perhatian karena gangguan pasokan tidak hanya datang dari satu sumber.

Pasar diesel, khususnya, menghadapi tekanan yang cukup besar. Persaingan pasokan diesel global semakin ketat di tengah serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia serta pemadaman listrik di sejumlah wilayah Timur Tengah akibat gangguan di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena diesel merupakan bahan bakar penting bagi berbagai aktivitas ekonomi.

Diesel digunakan secara luas untuk transportasi barang, kendaraan komersial, sektor pertanian, serta sejumlah pembangkit listrik.

Managing Director and Global Head of Commodity Strategy di RBC Capital Markets, Helima Croft, menilai kondisi pasar diesel perlu mendapat perhatian serius.

“Harga solar berada pada level tertinggi sepanjang sejarah dan kita tidak memiliki kapasitas penyulingan solar yang berlebih. Itulah pasar energi yang perlu kita perhatikan dengan sangat, sangat cermat,” kata Croft.

Keterbatasan kapasitas penyulingan membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap gangguan pasokan.

Apabila konflik di Timur Tengah semakin meluas atau gangguan distribusi melalui Selat Hormuz berlangsung lebih lama, tekanan terhadap harga produk olahan minyak, termasuk diesel, berpotensi semakin besar.

Sebaliknya, apabila Iran dan AS benar-benar mencapai kesepakatan yang dapat meredakan konflik serta menjamin kelancaran lalu lintas energi, tekanan harga dapat kembali berkurang.

Untuk saat ini, sinyal damai dari Iran memang memberikan sedikit kelegaan bagi pasar minyak. Namun, investor masih menunggu bukti konkret bahwa ketegangan Iran-AS benar-benar memasuki fase deeskalasi.

Pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih sangat dipengaruhi perkembangan diplomatik, kondisi Selat Hormuz, serta potensi gangguan terhadap fasilitas produksi dan penyulingan minyak di kawasan.

Dengan demikian, meski lonjakan harga minyak mulai mereda, risiko di pasar energi global belum sepenuhnya hilang.

Pasar masih harus menghadapi ketidakpastian geopolitik, keterbatasan kapasitas penyulingan diesel, serta potensi gangguan distribusi energi yang dapat kembali mendorong harga minyak dan bahan bakar lebih tinggi.(dhil/dtk)

Topik: Harga MinyakIran

TerkaitBerita

Bank Jakarta dan ITB Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Riset
Ekonomi

Bank Jakarta dan ITB Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Riset

oleh Editor : Akula
21 Agustus 2026
Kartu Kredit Indonesia Resmi Meluncur, Begini Cara Aktivasi dan Penggunaannya di BCA
Bisnis

Kartu Kredit Indonesia Resmi Meluncur, Begini Cara Aktivasi dan Penggunaannya di BCA

oleh Editor : Affandy
21 Agustus 2026
Saham RANS Turun di Bawah Harga IPO, Antrean Jual Tembus 1 Juta Lot
Ekonomi

Saham RANS Turun di Bawah Harga IPO, Antrean Jual Tembus 1 Juta Lot

oleh Editor : Affandy
21 Agustus 2026
AJANG BERGENGSI: Konferensi pers menjelang International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2026 yang akan berlangsung di ICE BSD Hall 7, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 28–30 Agustus 2026. (FOTO: HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Bisnis

IFRA 2026 Hadirkan 250 Merek Waralaba dan Targetkan 30 Ribu Pengunjung

oleh Editor : Memoarto
21 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

OTT Rektor Unsoed Picu Sorotan, Pengamat Usul Jalur Mandiri PTN Dihapus

OTT Rektor Unsoed Picu Sorotan, Pengamat Usul Jalur Mandiri PTN Dihapus

22 Agustus 2026
BMH Terjunkan Relawan Bantu Korban Gempa NTT, Ajak Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pengungsi

BMH Terjunkan Relawan Bantu Korban Gempa NTT, Ajak Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pengungsi

22 Agustus 2026
Tantowi Yahya Bawa Musik Indonesia ke Tiga Negara Eropa, Kenalkan Budaya hingga Potensi Wisata

Tantowi Yahya Bawa Musik Indonesia ke Tiga Negara Eropa, Kenalkan Budaya hingga Potensi Wisata

20 Agustus 2026
1.145 Wisatawan Kunjungi Gunung Bromo di Hari Pertama Dibuka Pasca-Karhutla

1.145 Wisatawan Kunjungi Gunung Bromo di Hari Pertama Dibuka Pasca-Karhutla

22 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4410 shares
    Share 1764 Tweet 1103
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
  • Kampung Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Bawa Lebih dari 40 Kuliner Nusantara

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Danantara Buka Suara soal GOTO Terdepak dari Indeks MSCI

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Badai Finansial Berujung Status Tersangka, Ruben Onsu Buka Pintu Damai Perkara Rp3,5 M

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya