Koranindopos.com, Jakarta – Kabar gembira bagi pecinta tayangan variety show di tanah air, khususnya bagi mereka yang membutuhkan asupan hiburan positif di sore hari. RCTI secara resmi mengumumkan penayangan program baru bertajuk Healing Jalur King Nassar. Acara yang mempertemukan King Nassar dan Andhika Pratama ini akan menyapa pemirsa mulai tanggal 4 Mei 2026. Disiarkan setiap Senin sampai Rabu pukul 16.00 WIB, program ini menjanjikan pengalaman menonton yang penuh dengan kehangatan dan inspirasi.
Program ini muncul sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan tayangan yang memahami kondisi mereka saat ini. Dengan mengangkat berbagai isu sensitif seperti tekanan sosial, pekerjaan, hingga masalah ekonomi, Healing Jalur King Nassar mencoba memposisikan diri sebagai sahabat bagi masyarakat.
Pendekatannya yang ringan namun tetap bermakna membuat program ini diprediksi akan menjadi tontonan yang sangat relate dengan keseharian orang banyak.
King Nassar selaku pembawa acara utama menekankan bahwa porsi hiburan tetap menjadi prioritas agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan mudah. Ia menyadari bahwa perannya bersama Andhika Pratama saling melengkapi untuk menciptakan dinamika obrolan yang tidak membosankan. Pembagian peran yang jelas antara komedi dan keseriusan menjadi fondasi utama dalam membawakan setiap segmen curhat peserta.
”Nah ini salah satunya yang ada di Healing Jalur King Nassar tuh ngobrolnya tuh nggak terlalu serius. Kalau serius kan ke psikolog. Kalau di kita mah nggak serius, seriusnya ada di Mas Dika, bercandanya ada di aku gitu. Jadi kalau aku serius, orang nggak akan percaya. Tapi kalau Mas Dika serius, orang pasti percaya,” ujar King Nassar.
Di sisi lain, Andhika Pratama melihat program ini sebagai refleksi dari fenomena sosial yang terjadi di internet. Istilah “Healing Jalur King Nassar” sendiri sudah lama menjadi jargon di kalangan netizen saat mereka merasa jenuh dengan kesulitan hidup. Andhika menangkap semangat tersebut untuk dibawa ke dalam studio, di mana setiap masalah akan didengarkan dengan penuh empati namun tetap diselipi dengan candaan khas mereka.
“Base konsepnya adalah ada sesuatu yang viral di sosial media bahwa ya orang hidup sekarang lagi di zaman susah ya, apa-apa susah, apa-apa mahal. Ditambah dengan mungkin anaknya harus sekolah, suaminya kehilangan pekerjaan dan lain-lain. Masalah yang menimpa banyak orang di kondisi sulit. Lalu tiba-tiba ada netizen yang sama-sama di frekuensi yang sama bahwa kalau lu mau healing mending jalurnya King Nassar aja dengan lihat dia nyanyi di atas panggung, menghibur, diajak ngobrol chit-chat pun juga dia kadang-kadang selalu memancing dengan kelucuan-kelucuan,” ungkap Andhika.
Menariknya, acara ini tidak hanya sekadar duduk dan bercerita. Ada elemen permainan dan musik yang dilibatkan untuk mencairkan suasana. Hal ini bertujuan agar emosi penonton bisa naik turun secara positif, mulai dari terharu karena cerita perjuangan hidup seseorang, hingga tertawa lepas melihat aksi panggung para pengisi acara.
Keunikan inilah yang membuat RCTI optimis program ini akan mendapatkan tempat di hati pemirsa.
Dari sisi manajemen, RCTI melihat peluang besar untuk memperkuat lini program sore mereka dengan konten yang bermuatan drama humanis. Menurut mereka, penonton Indonesia sangat menyukai cerita yang memiliki kedekatan dengan realita mereka sendiri.
Melalui program ini, stasiun televisi ini ingin membuktikan bahwa hiburan yang menarik tidak harus selalu fiktif, namun bisa diangkat dari kisah nyata yang inspiratif.
“RCTI corenya itu drama atau kalau kita tau di primetime ada sinetron. Tapi memang walaupun di prime time itu sinetron, intinya tetap drama. Jadi apapun yang kita munculkan baik itu di pagi, siang, ataupun sore ada unsur dramanya. Kita berharap di program ini kental unsur dramanya, jadi semua masih bisa menikmati. Ada relatenya dengan core RCTI yaitu drama. Melalui program ini, RCTI kembali menghadirkan tayangan inspiratif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang refleksi, empati, dan harapan bagi keluarga Indonesia,” ungkap Adrian Surya selaku Programming Planning & Scheduling Department Head RCTI.
Secara filosofis, kehadiran program ini memang dipicu oleh keinginan untuk menghibur orang-orang yang merasa terbebani. Sang produser menjelaskan bahwa hanya dengan melihat aksi panggung Nassar yang ikonik, banyak orang sudah merasa terbantu secara psikologis. Semangat “healing” sederhana inilah yang kemudian diformulasikan menjadi sebuah tayangan televisi yang utuh dan profesional.
”Kita berangkat dengan filosofisnya yaitu dari keresahan dimana orang-orang bilang, pusing dan banyak masalah healingnya sama King Nassar saja. Cukup melihat King Nassar nyanyi, joget, naik rigging itu aja sudah membuat kita terhibur,” tutur Christy Kanter selaku Produser RCTI. (BRG/Hend)










