Koranindopos.com – Jakarta. Hitadewi Abhassara, yang lebih dikenal dengan sapaan Hitada, mencatatkan prestasi gemilang di ajang Miss Tionghoa Indonesia 2024 dengan menyabet gelar juara kategori remaja. Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Hita berhasil mengungguli para pesaingnya dalam kompetisi bergengsi ini. Namun, kemenangan ini bukanlah hasil yang didapat dengan mudah.
Hita, yang telah menorehkan banyak pencapaian di berbagai bidang, dikenal sebagai sosok yang berbakat di dunia seni pertunjukan. Tak hanya menunjukkan kemampuan di dalam negeri, ia juga telah membawa nama Indonesia hingga ke mancanegara. Amerika Serikat, China, dan Eropa adalah beberapa negara yang pernah ia sambangi untuk menampilkan bakatnya. Pengalaman ini menjadi modal kuat baginya untuk menghadapi berbagai tantangan di kompetisi Miss Tionghoa Indonesia.
Keputusan Hita untuk mengikuti ajang ini bukan hanya sekadar soal kemenangan. Ia melihat Miss Tionghoa Indonesia sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan dirinya serta memperluas jaringan dan relasi. “Yang membuat saya tertarik mengikuti ajang ini adalah untuk pengembangan diri, menambah portofolio, pengakuan dan penghargaan, serta kesempatan untuk dikenal lebih banyak orang,” ungkap Hita saat ditanya mengenai motivasinya mengikuti ajang tersebut.

Lebih lanjut, Hita menjelaskan bahwa ia merasa mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan dalam ajang tersebut. “Saya merasa memenuhi kriteria yang disyaratkan, maka saya jadi terdorong untuk mengikuti ajang ini,” lanjut Hita, yang juga mengungkapkan bahwa ia telah menyelesaikan gelar Diploma dari London Music College pada usia 14 tahun—sebuah prestasi yang mengesankan di usia yang sangat muda.
Sebelum berhasil melaju ke babak grand final, Hita harus melewati serangkaian seleksi yang ketat. Pada 25 Februari, ia mendapatkan surat resmi yang menyatakan bahwa ia terpilih mewakili Provinsi DKI Jakarta di babak final. Tentu saja, perjalanan menuju grand final ini tidak mudah. Di tengah padatnya aktivitas akademik dan latihan seni serta olahraga, Hita harus membagi waktu untuk melakukan persiapan intensif menghadapi kompetisi ini.
Karantina yang berlangsung pada 13 dan 14 September menjadi momen krusial bagi Hita. Selama masa ini, ia harus menghadapi berbagai ujian, baik fisik maupun mental. Namun, dengan bekal kemampuan yang telah diasah bertahun-tahun, Hita mampu melewati tantangan tersebut dengan baik. “Untungnya semua ini menjadi tidak terlalu berat karena saya sudah memiliki kemampuan yang saya tekuni dan asah tidak hanya satu dua tahun saja,” jelas Hita.
Tak hanya memiliki paras yang memancarkan kecantikan klasik ala Tionghoa, Hita juga unggul dalam berbagai aspek lainnya, termasuk penguasaan bahasa Mandarin. “Saya belajar bahasa Mandarin dari kecil. Saya sudah berkali-kali ke Tiongkok untuk mempelajari sejarah dan budaya di sana, seperti kaligrafi, alat musik, budaya, melukis, dan masih banyak yang lainnya,” sebutnya.
Di ajang Grand Final, kemampuan Hita dalam bernyanyi turut memukau juri dan penonton. Ia membawakan lagu rakyat Tiongkok dengan penuh penghayatan, memperlihatkan suaranya yang merdu dan kemampuannya dalam menyampaikan emosi melalui musik. Selain itu, Hita juga menunjukkan kemampuannya dalam berbagai aspek lain seperti public speaking, fashion show, serta pengetahuan yang luas—semua elemen yang sangat penting dalam penilaian akhir kompetisi ini.
Keberhasilan Hita di ajang Miss Tionghoa Indonesia membuktikan bahwa dedikasi dan kerja kerasnya selama ini berbuah manis. Dengan segudang pengalaman dan pencapaian, Hita kini tidak hanya dikenal sebagai sosok yang berprestasi, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda lainnya yang ingin mengejar mimpi mereka di bidang apapun yang mereka tekuni.










