Koranindopos.com – JAKARTA – Industri smartphone kembali menghadirkan inovasi desain yang berbeda dari tren ponsel konvensional. Huawei resmi memperkenalkan Pura X View pada 20 Agustus 2026 dengan membawa konsep layar lebar dalam bodi ponsel berbentuk balok datar tanpa mekanisme lipat.
Kehadiran perangkat ini menjadi langkah menarik di tengah desain smartphone yang selama beberapa tahun terakhir cenderung memiliki bentuk serupa. Huawei mencoba menawarkan pengalaman layar yang lebih luas seperti perangkat lipat, tetapi tetap mempertahankan bentuk ponsel konvensional yang lebih familiar bagi pengguna.
Huawei Pura X View dibekali layar OLED berukuran 6,39 inci dengan rasio aspek 16:9,5 dan resolusi 2232 x 1320 piksel.
Layar tersebut memiliki bezel hanya sekitar 1,05 milimeter pada keempat sisinya. Dengan demikian, rasio layar terhadap bodi mencapai 96,1 persen.
Huawei juga membekali perangkat ini dengan tingkat kecerahan puncak hingga 6.500 nit serta teknologi peredupan frekuensi tinggi yang dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman bagi mata.
Konsep layar lebar tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menonton video, membaca, bermain gim, hingga menjalankan aktivitas produktivitas.
Alih-alih menggunakan mekanisme lipat seperti smartphone foldable, Huawei memilih mempertahankan desain konvensional. Strategi tersebut berpotensi menarik konsumen yang menginginkan layar lebih luas tetapi belum tertarik menggunakan perangkat dengan mekanisme engsel.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dari Huawei Pura X View adalah kapasitas baterainya.
Perangkat ini membawa baterai berkapasitas 7.000 mAh, tetapi tetap memiliki bodi dengan ketebalan sekitar 6,68 milimeter dan bobot 201 gram.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena kapasitas baterai besar umumnya identik dengan dimensi perangkat yang lebih tebal dan berat.
Dengan kapasitas tersebut, Pura X View diposisikan sebagai perangkat yang dapat menunjang penggunaan dalam durasi panjang, terutama bagi pengguna yang banyak mengonsumsi konten atau menjalankan aktivitas produktivitas melalui smartphone.
Dari sisi perangkat lunak, Huawei Pura X View menjalankan HarmonyOS 7 yang telah dioptimalkan untuk memanfaatkan bidang layar yang lebih luas.
Optimalisasi tersebut memungkinkan tampilan konten dan antarmuka disesuaikan dengan karakter layar Pura X View. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk menikmati hiburan, membaca dokumen, bermain gim, maupun menyelesaikan pekerjaan.
Huawei menyediakan perangkat ini dalam empat pilihan warna, yakni Merah Bayangan Melompat, Abu Linen, Putih Nol Derajat, dan Hitam Malam Bayang.
Pemesanan perangkat telah dibuka sejak diperkenalkan. Sementara itu, pengalaman langsung di toko dan penjualan perdana dijadwalkan dimulai pada 28 Agustus 2026.
Kehadiran Pura X View menunjukkan upaya Huawei mencari celah baru di pasar smartphone premium. Selama ini, konsumen yang menginginkan layar berukuran lebih luas umumnya diarahkan pada perangkat tablet atau smartphone lipat.
Huawei menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan layar berformat lebih lebar dalam perangkat yang tetap menggunakan desain konvensional.
Strategi tersebut dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman visual luas tetapi tetap menginginkan bentuk smartphone yang sederhana dan familiar.
Jika konsep ini mendapatkan respons positif dari konsumen, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diikuti oleh produsen smartphone lainnya.
Pada akhirnya, Huawei Pura X View tidak hanya menawarkan spesifikasi, tetapi juga membawa gagasan baru mengenai bagaimana sebuah smartphone dapat dirancang. Perangkat ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus hadir melalui mekanisme yang semakin kompleks, tetapi juga dapat dilakukan dengan menata kembali konsep dasar smartphone agar memberikan pengalaman penggunaan yang berbeda.(dhil/suaraflores)










