Rabu, 30 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

IHSG Melemah 1,11 Persen pada Sesi I, Tertekan Isu Potensi Penurunan Status Pasar oleh S&P Dow Jones

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
8 Juli 2026
in Ekonomi
A A
0
IHSG Melemah 1,11 Persen pada Sesi I, Tertekan Isu Potensi Penurunan Status Pasar oleh S&P Dow Jones

Foto: detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Rabu (8/7/2026), seiring meningkatnya sentimen negatif di pasar setelah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam watchlist 2027 yang memuat kemungkinan perubahan status pasar dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 1,11 persen ke level 5.920,15 pada penutupan sesi pertama. Bahkan, sejak awal perdagangan indeks sempat menyentuh level terendah intraday di 5.897,90, mencerminkan tingginya tekanan jual yang terjadi di pasar saham domestik.

Selama paruh pertama perdagangan, aktivitas transaksi tetap cukup tinggi. Volume perdagangan mencapai 12,25 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp5,22 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.137.021 transaksi.

Tekanan jual juga tercermin dari dominasi saham yang berada di zona merah. Sebanyak 447 saham mengalami penurunan, sementara 197 saham menguat dan 142 saham bergerak stagnan.

Artikel Terkait

Volume Transaksi Melonjak di JFX dan KBI, DIDIMAX Tekankan Pentingnya Edukasi Risiko bagi Investor

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Dari Petani ke Pasar Modern, Koperasi Dorong Produk Pertanian Tembus Pasar Ritel

Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut melemah sebesar 1,17 persen ke level 587,932, menandakan aksi jual terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Sejumlah emiten papan atas menjadi penyumbang pelemahan indeks. Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun 3,62 persen menjadi Rp1.465 per saham. Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 3,16 persen ke level Rp1.530 per saham.

Tekanan juga dialami sektor perbankan, di mana saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 2,10 persen hingga diperdagangkan di level Rp2.800 per saham pada akhir sesi pertama.

Sentimen negatif dipicu oleh pengumuman S&P Dow Jones Indices yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk evaluasi klasifikasi pasar pada 2027. Dalam evaluasi tersebut, terdapat opsi penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market.

Potensi perubahan status tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi aliran investasi global, khususnya dana dari investor institusi yang menggunakan indeks acuan S&P DJI dalam pengelolaan portofolio mereka.

Meski demikian, status Indonesia belum berubah dan masih berada dalam tahap evaluasi. Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kebijakan regulator serta respons pemerintah dan otoritas pasar modal terhadap proses peninjauan tersebut.

Analis menilai volatilitas IHSG masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika sentimen eksternal belum menunjukkan perbaikan. Namun, fundamental ekonomi domestik dan kinerja emiten tetap menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan.(dhil/dtk)

Topik: IHSG

TerkaitBerita

Volume Transaksi Melonjak di JFX dan KBI, DIDIMAX Tekankan Pentingnya Edukasi Risiko bagi Investor
Ekonomi

Volume Transaksi Melonjak di JFX dan KBI, DIDIMAX Tekankan Pentingnya Edukasi Risiko bagi Investor

oleh Editor : Akula
29 September 2026
Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026
Bisnis

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

oleh Editor : Anggoro
29 September 2026
Dari Petani ke Pasar Modern, Koperasi Dorong Produk Pertanian Tembus Pasar Ritel
Ekonomi

Dari Petani ke Pasar Modern, Koperasi Dorong Produk Pertanian Tembus Pasar Ritel

oleh Editor : Anggoro
29 September 2026
Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi pada Pembukaan Perdagangan Selasa
Bisnis

Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi pada Pembukaan Perdagangan Selasa

oleh Editor : Affandy
29 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

29 September 2026
LINI BELAKANG: Pemain Real Madrid Raul Asencio (kiri) berebut bola dengan pemain Villarreal Alberto Moleiro pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Villarreal vs Real Madrid pada 24 Januari 2026. (Foto Ilustrasi: (c) AP Photo/Alberto Saiz)

Raul Asencio Tolak Transfer Karena Ingin Bertahan di Real Madrid

30 September 2026
7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

29 September 2026
Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

29 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4796 shares
    Share 1918 Tweet 1199
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya