Koranindopos.com, Jakarta – Ajang Indonesia Fitness Summit (IFS) 2025 digelar pada Minggu, 2 November 2025, di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD Jakarta Selatan. Diselenggarakan oleh Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), perhelatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia bugar 2045.
Kegiatan berskala nasional ini mempertemukan para pelaku industri kebugaran untuk memperkuat sinergi dan memperluas jaringan. IFS tahun ini menghadirkan konsep kolaboratif yang menggabungkan pameran, konferensi, dan area bisnis, menjadikannya salah satu agenda terbesar bagi komunitas kebugaran di Indonesia.
Ketua Umum APKI, Jansen Ongko, menjelaskan bahwa penyelenggaraan IFS tahun ini lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah, terutama dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), menjadi faktor penting yang menguatkan eksistensi industri kebugaran di Tanah Air.
“Kami sangat bangga bahwa acara ini mendapat rekomendasi resmi dari Kemenpora RI dan berada di bawah naungan mereka. Ini menjadi bukti bahwa industri kebugaran semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Jansen.
Dalam IFS tahun ini menghadirkan tiga area utama. Exhibition Area menampilkan berbagai produk dan teknologi kebugaran terkini, Conference Area membahas tema ilmiah dan kebijakan publik seputar gaya hidup sehat, sementara Business Area membuka peluang kemitraan strategis bagi pelaku usaha.
Menurut Jansen, seluruh kegiatan tersebut dirancang agar peserta tak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga mampu mengembangkan jejaring profesional. IFS 2025 menjadi ruang inspiratif yang menegaskan pentingnya edukasi dan inovasi dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat.
“Kami berharap kesejahteraan pelatih kebugaran dan para stakeholder semakin terjamin. Dengan begitu, mereka akan semakin bersemangat dalam membugarkan masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu perhatian utama dalam IFS 2025 adalah peningkatan angka obesitas di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, satu dari tiga orang dewasa dan satu dari lima anak mengalami obesitas. Situasi ini mendorong APKI untuk menyoroti pentingnya intervensi nyata melalui edukasi dan gaya hidup aktif.
“Ini bukan lagi masalah individu, melainkan endemi global yang mengancam masa depan bangsa. Tanpa intervensi nyata, kita menghadapi risiko besar terhadap kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tegas Jansen.
Selain dari pihak asosiasi, dukungan pemerintah juga hadir dalam bentuk apresiasi langsung dari Kemenpora RI. Asisten Deputi Pengelolaan Jasa Sarana Prasarana Olahraga, Tri Winarno, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kegiatan yang memperkuat ekosistem kebugaran nasional.
“Kami selalu memfasilitasi semua yang dibutuhkan terkait rekomendasi kegiatan, kerjasama, dan membuka kolaborasi dengan pelaku industri kegiatan lainnya,” ujar Tri Winarno.
Ia menambahkan, Kemenpora berharap melalui penyelenggaraan IFS, para pelatih dan pengusaha kebugaran dapat mengimplementasikan standarisasi bisnis kebugaran yang lebih baik.
“Harapan kami, dengan penyelenggaraan ini para pelatih kebugaran dan pelaku industri bisnis kebugaran bisa menerapkan standardisasi bisnis kebugaran yang lebih tinggi lagi,” tandasnya. (Brg/Hend)










