koranindopos.com, JAKARTA – Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama strategis di bidang infrastruktur komunikasi melalui peluncuran produk transmisi Hyper Interkoneksi generasi baru pada ajang Konferensi Energi Baru, Teknologi Baru, dan Kecerdasan Buatan yang digelar di Jakarta. Acara ini dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika RI Angga Raka Prabowo, Direktur Komite Komunikasi Internasional Aliansi Industri Informasi Sabuk dan Jalan Bei Qi, serta Ketua Shenzhen Hengtong Future Technology Co., Ltd. Guan Wangzhen.
Wakil Menteri Angga menegaskan pentingnya infrastruktur komunikasi digital sebagai pondasi pertumbuhan AI dan ekonomi nasional. Ia memperkenalkan inisiatif “2045 AI Dual Rings”, konsep jaringan ganda yang menghubungkan kota-kota strategis di Indonesia untuk memperkuat Proyek Integrasi Cincin Palapa, mengurangi risiko kegagalan titik tunggal, serta meningkatkan kapasitas transmisi hingga 100 kali lipat demi mendukung aplikasi AI masa depan.
Bei Qi menyambut positif gagasan tersebut dan menilai kolaborasi ini akan menjadi “arteri kritis” pengembangan AI di Indonesia, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa Tiongkok memiliki pengalaman dan teknologi unggul, termasuk di bidang kabel bawah laut dan konektivitas super untuk wilayah kepulauan.
Sementara itu, Guan Wangzhen menjelaskan solusi transmisi baru Hengtong dirancang kompatibel dengan standar peralatan yang ada dan mampu menghadapi tantangan lingkungan kompleks seperti terumbu karang, sehingga relevan bagi kondisi geografis Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kecepatan dan keandalan jaringan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperkuat pusat data, dan mempercepat transformasi digital nasional. (rls/sh)










