Rabu, 29 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Inflasi Indonesia Terkendali di 2024, Daya Beli Meningkat

Editor : Hana oleh Editor : Hana
4 Oktober 2024
in Nasional
A A
0
Daya Beli
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Inflasi Indonesia pada bulan September 2024 tercatat stabil dan terkendali di angka 1,84% year-on-year (yoy), lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 2,12% (yoy). Capaian ini berada dalam rentang target inflasi pemerintah sebesar 2,5%±1%, menunjukkan langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi berjalan efektif.

Penurunan inflasi pada bulan September terutama dipengaruhi oleh deflasi pada harga komponen volatile food (VF)sebesar 1,34% month-to-month (mtm). Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat, turut didorong oleh masih berlangsungnya musim panen di beberapa daerah sentra produksi. Secara tahunan, komponen volatile food mengalami inflasi sebesar 1,43% (yoy), masih dalam sasaran di bawah 5% yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

Selain menjaga stabilitas harga pangan, daya beli petani juga tetap terjaga. Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2024 tercatat naik sebesar 0,38% menjadi 120,30, mencerminkan peningkatan pendapatan petani di tengah penurunan harga komoditas pangan. Kenaikan signifikan tercatat pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, yang naik sebesar 1,72%, terutama didorong oleh kenaikan harga global komoditas kelapa sawit, kopi, dan karet.

Inflasi komponen inti yang mencerminkan daya beli masyarakat mengalami kenaikan sebesar 0,16% (mtm) atau 2,09% (yoy). Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya harga kopi bubuk seiring meningkatnya harga kopi dunia, serta biaya akademi dan perguruan tinggi karena masih berlangsungnya tahun ajaran baru. Peningkatan belanja masyarakat juga mendukung pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tercatat dalam laporan Bank Mandiri terkait Perkembangan Belanja Masyarakat Terkini.

Artikel Terkait

Gudang Obat PT Metiska Farma di Kebayoran Lama Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban

Guru Besar UI: Penindakan Bandar Besar Jadi Kunci Pemberantasan Judi Online

Gubernur Kaltara Berharap LCC Empat Pilar MPR RI Melahirkan Pemimpin Masa Depan

Komponen administered prices (harga diatur pemerintah) mengalami deflasi sebesar 0,04% (mtm) atau inflasi sebesar 1,40% (yoy), terutama dipengaruhi oleh penurunan harga BBM nonsubsidi yang diberlakukan oleh Pertamina sejak September 2024. Meskipun demikian, komoditas Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan angkutan udara masih menyumbang inflasi pada komponen ini.

Pemerintah juga menyadari tantangan pelambatan ekonomi global yang mempengaruhi aktivitas ekonomi domestik. Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia masih berada di level kontraksi sebesar 49,2 pada September 2024, meski ada peningkatan dari Agustus yang sebesar 48,9. Indonesia mencatat kinerja lebih baik dibandingkan beberapa negara ASEAN lain, seperti Malaysia dan Thailand.

Pemerintah terus mengoptimalkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan ekspor, kemudahan investasi, serta pengembangan SDM dan teknologi melalui program Making Indonesia 4.0 untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur.

Dengan upaya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia, diharapkan stabilitas harga serta pemulihan ekonomi akan terus terjaga dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang. (hai)

Topik: daya beliInflasi

TerkaitBerita

Gudang Obat PT Metiska Farma di Kebayoran Lama Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban
Peristiwa

Gudang Obat PT Metiska Farma di Kebayoran Lama Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban

oleh Editor : Affandy
29 Juli 2026
Guru Besar UI: Penindakan Bandar Besar Jadi Kunci Pemberantasan Judi Online
Nasional

Guru Besar UI: Penindakan Bandar Besar Jadi Kunci Pemberantasan Judi Online

oleh Editor : Affandy
29 Juli 2026
Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum
Nasional

Gubernur Kaltara Berharap LCC Empat Pilar MPR RI Melahirkan Pemimpin Masa Depan

oleh Editor : Hairul
28 Juli 2026
SMAN 8 Kota Ternate Juara LCC Empat Pilar MPR RI Maluku Utara, Siap Wakili Daerah di Final Nasional
Nasional

SMAN 8 Kota Ternate Juara LCC Empat Pilar MPR RI Maluku Utara, Siap Wakili Daerah di Final Nasional

oleh Editor : Affandy
28 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Bukan untuk Koleksi Pribadi, Citra Kirana Siapkan Lukisan Masjid Hasil Lelang sebagai Hadiah untuk Ibunda

Bukan untuk Koleksi Pribadi, Citra Kirana Siapkan Lukisan Masjid Hasil Lelang sebagai Hadiah untuk Ibunda

29 Juli 2026
Hyundai Stargazer Cartenz Hadir dengan Teknologi Modern untuk Menunjang Mobilitas Keluarga

Hyundai Stargazer Cartenz Hadir dengan Teknologi Modern untuk Menunjang Mobilitas Keluarga

29 Juli 2026
Curanmor Sasar Indekos di Kebon Jeruk, Motor Honda Beat Penghuni Dibawa Kabur

Curanmor Sasar Indekos di Kebon Jeruk, Motor Honda Beat Penghuni Dibawa Kabur

29 Juli 2026
Gudang Obat PT Metiska Farma di Kebayoran Lama Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban

Gudang Obat PT Metiska Farma di Kebayoran Lama Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban

29 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4104 shares
    Share 1642 Tweet 1026
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    613 shares
    Share 245 Tweet 153
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Subsidi Motor Listrik 2026 Bikin Harga Makin Terjangkau, Ada yang Mulai Rp6 Jutaan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya