koranindopos.com – Jakarta. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 139/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, yang menetapkan Luhut sebagai pemimpin lembaga tersebut mulai dari tanggal pelantikannya.
“Dengan nama Tuhan YME, Presiden RI… kesatu, terhitung sejak saat pelantikan mengangkat Jenderal TNI Purn. Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional,” bunyi keputusan tersebut.
Sebelum diangkat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sejak 2019 di bawah Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo. Dalam peran tersebut, Luhut terlibat dalam berbagai kebijakan strategis, termasuk pengembangan infrastruktur, energi terbarukan, dan industri baterai untuk kendaraan listrik. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2015–2016.
Luhut dikenal sebagai figur kunci dalam hubungan pemerintah dengan investor asing, menjadikannya sosok yang kuat di bidang ekonomi dan kemaritiman Indonesia. Dengan pengalaman panjang ini, Luhut diharapkan mampu membawa arah baru bagi Dewan Ekonomi Nasional.
Apa Itu Dewan Ekonomi Nasional?
Dewan Ekonomi Nasional pertama kali dibentuk pada tahun 1999 oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Tugas utama lembaga ini adalah memberikan nasihat kepada presiden di bidang ekonomi, terutama dalam upaya menanggulangi krisis ekonomi, memajukan perekonomian nasional, dan menyiapkan Indonesia menghadapi tantangan globalisasi.
Pada masa awal pembentukannya, Dewan Ekonomi Nasional dipimpin oleh Emil Salim dengan Sri Mulyani sebagai sekretaris, dan tokoh-tokoh ekonomi seperti Boediono dan Anggito Abimanyu sebagai anggota.
Lembaga ini bertugas mengkaji masalah-masalah ekonomi dan memberikan rekomendasi kepada presiden untuk tindakan lebih lanjut. Selain itu, Dewan Ekonomi Nasional juga berfungsi sebagai lembaga yang merespons masalah ekonomi di masyarakat serta melaksanakan penugasan ekonomi lainnya dari presiden. Dewan ini berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, kalangan masyarakat, dunia usaha, dan para ahli untuk mencapai tujuannya.
Setelah pelantikan, Luhut Pandjaitan melalui unggahan di akun Instagramnya menyampaikan beberapa fokus utama Dewan Ekonomi Nasional. Lembaga ini akan bertindak sebagai think tank ekonomi, memberikan saran dan rekomendasi kepada presiden agar program-program prioritas di bidang ekonomi dapat terlaksana dengan baik.
Luhut juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. “Tantangan perekonomian ke depan tidaklah ringan, seperti ketahanan pangan, transisi energi, perkembangan teknologi termasuk AI, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik yang kian kompleks,” ujarnya.
Dengan peran ini, Dewan Ekonomi Nasional diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dewan Ekonomi Nasional yang baru ini dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto dengan harapan dapat menjadi wadah konsultasi yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global. Di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaitan, diharapkan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, mendorong inovasi, dan menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada presiden, Dewan Ekonomi Nasional akan memainkan peran strategis dalam menentukan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah tantangan yang semakin kompleks.(hai)










