Koranindopos.com, JAKARTA – Megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa. Karirnya yang cemerlang dan konsisten di lapangan hijau membuat CR7 diakui sebagai pesepak bola profesional. Meski demikian, dia tercatat tiga kali menolak bermain karena merasa tidak diperlakukan sesuai ekspektasi.
Kabar terbaru, perseteruan CR7 terjadi dengan Al Nassr. Ronaldo dipastikan tidak akan tampil dalam laga Al Nassr kontra Al Riyadh, meski kondisinya dinyatakan sepenuhnya fit. Kabar itu dikonfirmasi jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano.
Absennya Ronaldo bukan disebabkan cedera, melainkan ketidakpuasan dia terhadap manajemen klub. Ia menilai Al Nassr tidak mendapatkan dukungan finansial setara dengan klub-klub besar lain di Liga Arab Saudi yang juga berada di bawah naungan Saudi Public Investment Fund (PIF), seperti Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad.
Kekecewaan Ronaldo kian memuncak setelah rival utama Al Nassr, Al Hilal, semakin kuat dan bahkan merekrut Karim Benzema. Situasi ini membuat CR7 merasa peluang Al Nassr meraih gelar liga pertamanya bersamanya mulai menipis, terutama setelah bursa transfer Januari yang dinilai kurang agresif. Meski Al Nassr diprediksi tetap mampu mengalahkan Al Riyadh yang berada di papan bawah, keputusan Ronaldo absen dinilai sebagai pesan protes yang ingin ia sampaikan secara terbuka.
Lalu, hubungan Cristiano Ronaldo dengan Erik ten Hag diketahui publik memang tidak harmonis. Ketegangan mencapai puncaknya saat Ronaldo menolak masuk sebagai pemain pengganti dalam laga Premier League melawan Tottenham Hotspur. Merasa tidak dihargai, Ronaldo memilih meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai. Aksi tersebut langsung menjadi sorotan dunia dan berujung pada sanksi internal klub. Ia menilai keputusan memainkan dirinya hanya beberapa menit di akhir laga sebagai bentuk ketidakrespekkan terhadap status dan kontribusinya.
Tak lama setelah insiden tersebut, Ronaldo hanya tampil dua kali lagi di liga sebelum akhirnya berpisah dengan Manchester United melalui kesepakatan bersama pada November 2022. Sebelum kembali ke Old Trafford, Ronaldo lebih dulu menunjukkan sikap tegas di Juventus. Dia secara terbuka meminta tidak dimainkan pada laga kandang pertama musim 2021/2022 melawan Empoli, di tengah keinginannya hengkang dari Turin.
Keputusan tersebut berujung pahit bagi Juventus yang kalah 0-1. Beberapa hari kemudian, Ronaldo resmi kembali ke Manchester United, sesuai dengan keinginannya. Pelatih Juventus saat itu, Massimiliano Allegri, mengonfirmasi bahwa Ronaldo memang sudah tidak berniat melanjutkan karier bersama Bianconeri. Meski demikian, Allegri tetap memberikan apresiasi atas kontribusi sang bintang.
Selama tiga musim di Italia, Ronaldo mencatatkan 101 gol dari 134 pertandingan dan mempersembahkan lima trofi domestik, meski gagal mewujudkan ambisi menjuarai Liga Champions. Tiga momen tersebut menunjukkan satu benang merah: Cristiano Ronaldo selalu memilih bersuara ketika merasa prinsip dan ambisinya tidak sejalan dengan klub.
Bagi sebagian pihak, sikap itu dianggap egois. Namun bagi pendukungnya, tindakan tersebut mencerminkan mental juara yang menuntut standar tinggi, baik dari dirinya sendiri maupun dari tim yang dibelanya. Kini, di usia hampir 41 tahun, Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena gol-golnya, tetapi juga karena sikapnya yang terus memantik perdebatan di dunia sepak bola. (blt/mmr)










