Koranindopos.com, JAKARTA -Aksi Pau Cubarsi di Piala Dunia 2026 benar-benar membuka mata publik. Kini, kualitas Cubarsi diakui. Selama ini Cubarsi selalu datang dengan satu label yang sulit dipisahkan. Bek Barcelona itu hampir selalu dipuji dengan tambahan kalimat, “untuk usianya.”
DIa tampil tenang untuk pemain 19 tahun. Ia cerdas untuk pemain 19 tahun. Bahkan ketika sudah menjadi salah satu bek terbaik Eropa, usianya masih menjadi bagian dari setiap penilaian terhadap permainannya. Piala Dunia 2026 mengubah cara pandang itu. Bukan karena Pau Cubarsi tampil spektakuler dengan tekel keras atau selebrasi emosional, melainkan karena ia membuat permainan bertahan terlihat begitu sederhana.
Pada akhirnya, dunia tidak lagi membicarakan usia. Dunia mulai membicarakan kualitasnya sebagai seorang bek. Karier Pau Cubarsi memang seperti dipercepat tanpa jeda. Pada usia 17 tahun, ia sudah menjalani debut Liga Champions bersama Barcelona dan langsung membawa pulang penghargaan pemain terbaik saat menghadapi Napoli.
Tidak lama berselang, ia telah mengoleksi 100 pertandingan kompetitif bersama tim utama Barcelona. Pencapaian yang biasanya diraih seorang bek setelah bertahun-tahun, justru telah diselesaikannya sebelum menginjak usia 20 tahun.
Namun, semua catatan itu masih menyisakan ruang bagi publik untuk berkata bahwa waktunya belum tiba. Piala Dunia menjadi panggung yang menghapus keraguan tersebut. Banyak bek dikenang karena tekel terakhir yang menyelamatkan tim. Pau Cubarsi justru membuat situasi seperti itu jarang terjadi.
Dia membaca arah umpan sebelum bola dikirim. Ia menutup ruang sebelum penyerang menyadari celah yang ingin dimanfaatkan. Permainannya nyaris tidak menghadirkan drama. Justru di situlah letak kualitasnya. Selama delapan pertandingan di Piala Dunia 2026, Spanyol hanya kebobolan satu gol. Pau Cubarsi bermain penuh selama 750 menit tanpa sekali pun kehilangan tempat di jantung pertahanan.
Ketika Belgia akhirnya memecahkan rekor nirbobol Spanyol pada babak perempat final, ia tidak larut dalam tekanan. Dari lini belakang, tembakan rendahnya memantul di depan kiper lawan sebelum dimanfaatkan Mikel Merino untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke-88. (bnt/mmr)










