Sabtu, 25 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Mendidik Adalah Tindakan Optimisme untuk Menjamin Masa Depan Bangsa

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
25 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Lestari Moerdijat: Mendidik Adalah Tindakan Optimisme untuk Menjamin Masa Depan Bangsa

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA  – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa mendidik bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah tindakan optimisme yang didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Lestari saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Yayasan Sukma Bangsa yang dipusatkan di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh, Kamis (23/7).

Menurut Lestari, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung dirasakan oleh para pendidik saat ini, namun akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang.

“Mendidik sesungguhnya adalah menanamkan keberanian, menanamkan cita-cita masa depan, meskipun hasilnya belum tentu kita nikmati sendiri. Dia lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baik,” ujar Lestari.

Lestari yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Sukma Bangsa menilai sekolah yang didirikan atas inisiatif Surya Paloh tersebut bukan sekadar lembaga pendidikan formal.

Artikel Terkait

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Menurutnya, Sukma Bangsa merupakan “sekolah kehidupan” yang dibangun dengan semangat kemanusiaan, bukan semata-mata berlandaskan pendekatan akademik atau pedagogi.

Ia menjelaskan bahwa para pendiri sekolah datang membawa misi universal untuk memulihkan harapan masyarakat melalui pendidikan, terutama setelah Aceh menghadapi berbagai tantangan besar pada masa lalu.

Semangat optimisme itulah, kata perempuan yang akrab disapa Rerie, yang hingga kini menjadi roh dalam perjalanan Yayasan Sukma Bangsa.

Dua dekade sejak berdiri, Rerie menyebut optimisme yang ditanamkan kepada para siswa telah membuahkan hasil yang membanggakan.

Ia mengungkapkan bahwa lulusan angkatan pertama Sukma Bangsa kini telah tersebar di berbagai negara dan berkiprah di beragam bidang, mulai dari menjadi tenaga pengajar di universitas ternama hingga memegang posisi kepemimpinan dengan semangat membangun daerah asal mereka.

Menurutnya, keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa pendidikan yang berlandaskan nilai kemanusiaan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Mereka membawa semangat bahwa Aceh tidak boleh mati,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rerie juga menyinggung kontribusi Sukma Bangsa dalam diplomasi kemanusiaan di tingkat internasional.

Ia mengungkapkan bahwa para guru dan dunia pendidikan pernah memainkan peran penting dalam proses negosiasi pembebasan sandera di Mindanao, Filipina. Sebagai bagian dari proses tersebut, diberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari wilayah tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu menunjukkan bahwa pendidikan memiliki kekuatan yang melampaui ruang kelas, bahkan mampu menjadi jembatan perdamaian dan kerja sama kemanusiaan.

Memasuki usia ke-20, Yayasan Sukma Bangsa, kata Rerie, tetap memegang teguh prinsip istikamah. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan berarti menolak perubahan, melainkan tetap setia pada nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi pendidikan.

Nilai-nilai seperti kejujuran, belas kasih, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama manusia harus terus dijaga, terutama di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Tantangan hari ini sudah berbeda, teknologi mempercepat pengetahuan, tapi teknologi tidak dapat menghadirkan kasih sayang,” ujarnya.

Menurut Rerie, kemajuan teknologi memang mampu mempercepat akses terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan sentuhan kemanusiaan yang menjadi inti dari proses pendidikan.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Lestari menekankan bahwa di era disrupsi digital, pendidikan harus tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh mengikis empati, kepedulian, maupun rasa tanggung jawab sosial yang harus dimiliki setiap generasi penerus bangsa.

Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan merupakan kompas utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan berdaya saing.

Melalui momentum peringatan dua dekade Yayasan Sukma Bangsa, Lestari berharap seluruh insan pendidikan terus menjaga optimisme dalam mendidik generasi muda. Sebab, setiap upaya mendidik pada hakikatnya merupakan investasi untuk memastikan masa depan bangsa tetap terjaga melalui lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.(Dhil)

Topik: Lestari Moerdijatmendidik

TerkaitBerita

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09
Peristiwa

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

oleh Editor : Affandy
25 Juli 2026
Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi
Nasional

Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi

oleh Editor : Affandy
25 Juli 2026
MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Nasional

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026
Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Nasional

Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Pramono Anung Bentuk Tim Investigasi Usai Temukan Dugaan Kesalahan Konstruksi SDN Kebayoran Lama Selatan 09

25 Juli 2026
Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi

Setjen MPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik di Tangerang, Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Keterbukaan Informasi

25 Juli 2026
PAMERAN TAHUNAN: Konferensi pers menjelang pameran internasional industri audio, visual, lighting, dan musik digelar di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara yang diinisiasi oleh Krista Exhibitions Group tersebut diberi nama PRO AVL Indonesia 2026. Kegiatan itu akan berlangsung sejak 28 - 31 Juli 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

PRO AVL Indonesia 2026 Tahun Ini Hadir di NICE PIK 2 Tangerang

25 Juli 2026
Kekerasan Seksual

Kekerasan Seksual Meningkat, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Perkuat Kolaborasi

23 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4034 shares
    Share 1614 Tweet 1009
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BMW New iX3, SUV Listrik Premium dengan Performa Tinggi dan Teknologi Masa Depan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya