Jumat, 24 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kekerasan Seksual Meningkat, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Perkuat Kolaborasi

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
23 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Kekerasan Seksual

APHPI menilai kasus yang berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual membutuhkan penanganan yang serius dan hati-hati, terutama karena menyangkut kondisi psikologis korban serta kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat. (Foto. Ilustrasi/

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan meningkatnya kasus kekerasan seksual di Indonesia telah meruntuhkan batas-batas moral, sosial, dan psikologis masyarakat. Kondisi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang harus segera direspons melalui langkah tegas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Pernyataan itu disampaikan Lestari saat membuka diskusi daring bertajuk “Ketika Tidak Ada Lagi Batas: Membaca Krisis Kekerasan Seksual, Kesehatan Mental, dan Modal Kebangsaan” yang diselenggarakan Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (22/7/2026).

“Kalau kita tidak mampu menjawab fenomena kekerasan seksual yang terjadi saat ini dengan langkah yang tepat, kita tidak bisa berharap banyak mampu mewujudkan sejumlah target pembangunan di masa depan,” ujar Lestari.

Diskusi yang dimoderatori Direktur Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar itu menghadirkan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Irjen Pol. (Purn.) Desy Andriani, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia Unifa Rosyidi, Wakil Sekretaris Jenderal Himpunan Psikologi Indonesia Naomi Soetikno, serta Komite Pengarah Akademi Perempuan NasDem Eva Kusuma Sundari.

Artikel Terkait

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Harus Dilindungi, Operator Wajib Sediakan Opsi Layanan yang Menjamin Hak Pelanggan

Angka Kekerasan Masih Tinggi

Lestari mengungkapkan, berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan yang dirilis pada Maret 2026, sepanjang 2025 tercatat 376.529 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan.

Sementara itu, data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) periode Januari–Maret 2026 menunjukkan dari 22 kasus kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan, 91 persen merupakan kekerasan seksual dengan total 83 korban yang terdiri atas 41 anak laki-laki, 40 anak perempuan, dan dua tenaga pendidik perempuan.

Menurut Lestari, tingginya angka tersebut menunjukkan Indonesia sedang menghadapi krisis moral yang tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa.

“Berbagai kasus yang terjadi saat ini merupakan puncak gunung es yang menggerus nilai-nilai moral dan rasa malu masyarakat,” katanya.

Ia mendorong agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dilakukan secara tegas dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, serta aparat penegak hukum.

Pemerintah Perkuat Layanan Perlindungan

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA Desy Andriani menjelaskan bahwa sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, pemerintah terus memperkuat sistem perlindungan bagi korban.

Menurutnya, pemerintah telah menyediakan layanan pengaduan melalui Call Center SAPA 129, mengembangkan sistem pendataan SIMFONI PPA, serta membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di berbagai daerah.

“Saat ini sudah sekitar 82 persen UPTD PPA yang terbentuk,” ujarnya.

Meski demikian, Desy mengakui masih banyak korban yang belum memanfaatkan layanan tersebut karena keterbatasan informasi maupun rasa takut untuk melapor.

Pendidikan Karakter Dinilai Jadi Kunci

Ketua Umum PGRI Unifa Rosyidi menilai meningkatnya kasus kekerasan seksual menunjukkan pentingnya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Menurutnya, tujuan pendidikan tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga membangun karakter yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan ruang digital membuat proses pendidikan tidak lagi hanya bergantung pada guru sehingga dibutuhkan ekosistem pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai moral sejak dini.

“Perkuat pemerintah dan organisasi profesi untuk bersama-sama membangun ekosistem perlindungan anak dan pendidikan yang baik,” ujarnya.

Faktor Psikologis dan Lingkungan

Wakil Sekretaris Jenderal HIMPSI Naomi Soetikno menilai sejumlah kasus kekerasan seksual yang menimpa kelompok rentan, termasuk lansia, menunjukkan adanya kondisi yang tidak lazim dan perlu mendapat perhatian dari berbagai disiplin ilmu.

Menurutnya, selain dipengaruhi faktor neurobiologis yang dapat memengaruhi kesehatan mental pelaku, lingkungan sosial juga memiliki peran besar dalam membentuk perilaku kekerasan.

Sementara itu, Eva Kusuma Sundari menilai maraknya kekerasan seksual di berbagai kalangan menunjukkan terjadinya krisis kesadaran di tengah masyarakat, meski Indonesia memiliki nilai-nilai Pancasila dan perangkat hukum yang cukup lengkap.

Perlu Budaya Berpikir Kritis

Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Bangsa Ahmad Baedhowi AR menilai pendidikan harus mampu melatih peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis sehingga tidak mudah melakukan maupun membenarkan tindakan kekerasan.

Menurutnya, peserta didik perlu dibiasakan menganalisis setiap persoalan sebelum bertindak agar tumbuh kesadaran moral yang lebih kuat.

Senada dengan itu, wartawan senior Saur Hutabarat mengingatkan pentingnya mengkaji fenomena kekerasan seksual secara lebih mendalam melalui perspektif sosial dan budaya.

Ia menilai maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari kampus, lembaga pendidikan keagamaan hingga masyarakat umum, menjadi pertanyaan besar mengenai kondisi kesehatan sosial masyarakat saat ini.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa penanganan kekerasan seksual tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan karakter, layanan perlindungan korban, kesehatan mental, serta keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk membangun kembali nilai-nilai moral dan kemanusiaan. (hai)

Topik: Kekerasan SeksualMPR RI

TerkaitBerita

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Nasional

MPR RI Perkuat Pelayanan Publik, Budi Muliawan: Keterbukaan dan Evaluasi Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026
Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Nasional

Eddy Soeparno: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026
MK Putuskan Sisa Kuota Internet Harus Dilindungi, Operator Wajib Sediakan Opsi Layanan yang Menjamin Hak Pelanggan
Nasional

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Harus Dilindungi, Operator Wajib Sediakan Opsi Layanan yang Menjamin Hak Pelanggan

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026
BPBD Kabupaten Tangerang Catat 11 Kebakaran dalam Sehari, Didominasi Lahan Sampah dan Ilalang Kering
Peristiwa

BPBD Kabupaten Tangerang Catat 11 Kebakaran dalam Sehari, Didominasi Lahan Sampah dan Ilalang Kering

oleh Editor : Affandy
24 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

MPR RI

Fraksi Golkar MPR RI Dorong Percepatan RUU Obligasi Daerah untuk Perkuat Pembiayaan Pembangunan

23 Juli 2026
Harry De Fretes Angkat Makna Persahabatan Lewat Single Baru “I Love You, Bestie”

Harry De Fretes Angkat Makna Persahabatan Lewat Single Baru “I Love You, Bestie”

24 Juli 2026
SuperApps Pejuang Merah Putih Diluncurkan, Permudah Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

SuperApps Pejuang Merah Putih Diluncurkan, Permudah Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

24 Juli 2026
Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional

Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional

24 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4030 shares
    Share 1612 Tweet 1008
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BMW New iX3, SUV Listrik Premium dengan Performa Tinggi dan Teknologi Masa Depan

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya