koranindopos.com, JAKARTA – IWAN TIRTA kembali menegaskan posisinya sebagai ikon mode yang mengangkat warisan budaya Indonesia melalui peluncuran koleksi terbaru bertajuk “REMPARAJA”, yang secara resmi diperkenalkan di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Dipersembahkan bersama BCA, koleksi ini menjadi perwujudan perjalanan spiritual dan historis sebuah penghormatan kepada Nusantara sebagai “Ibu Rempah Dunia”, tanah yang harum dan kaya makna.
Sebelum dunia mengenal kemewahan parfum dari Barat, bumi Nusantara telah lebih dulu memikat hati dunia dengan keharuman cengkeh, pala, dan lada — tiga rempah yang menjadi “permata” dan penggerak peradaban. Dari kisah kejayaan itu, IWAN TIRTA menenun kembali narasi Jalur Rempah dalam karya busana penuh makna budaya dan nilai estetika tinggi.
Batik Sebagai Peta Rasa dan Identitas
Melalui 40 rancangan busana pria dan wanita, koleksi “REMPARAJA” menghadirkan interpretasi mendalam tentang rempah sebagai penanda rasa, warna, dan jiwa Nusantara. Motif-motif khas seperti Kembang Lawang Ombak, Peksi Kembang Pala, dan Boket Kapulaga menggambarkan kehangatan bumi tropis dan kekuatan alam Indonesia, dituangkan dalam batik tulis buatan tangan para pengrajin yang menjaga keaslian teknik tradisional.
Palet warna coklat tanah, maroon, jingga, dan biru laut menegaskan narasi tentang bumi dan samudra dua unsur penting dalam sejarah perdagangan rempah yang mempertemukan peradaban dunia.
Dari Leluhur ke Lini Masa
Dalam semangat keberlanjutan, IWAN TIRTA menggunakan bahan ramah lingkungan seperti Tencel dan Bemberg, disertai material sutra dan katun premium yang menjadi ciri khasnya. Setiap rancangan — dari kemeja, blazer, hingga gaun asimetris memadukan harmoni antara klasik dan kontemporer, merefleksikan semangat Jalur Rempah sebagai penghubung masa lalu dan masa depan.
Koleksi ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas generasi, dengan keterlibatan Gelap Ruang Jiwa, Oaken, Rajnik, dan Fortuna Shoes, memperkuat DNA baru IWAN TIRTA yang berpijak pada warisan (heritage) namun berpandangan modern.
Harmoni Visual dan Musik
Perjalanan “REMPARAJA” di panggung JFW 2026 diiringi oleh band SORE, yang membawakan lagu-lagu bernuansa senja, termasuk “Setengah Lima”. Suara lembut dan hangat khas SORE menghadirkan atmosfer nostalgia seolah membawa penonton dalam perjalanan waktu dari pelabuhan rempah kuno hingga langit senja Jakarta.
Mulai 31 Oktober 2025, koleksi eksklusif “REMPARAJA” dapat dinikmati secara langsung di butik IWAN TIRTA Pondok Indah Mall 2.
Sebagai bagian dari babak baru perjalanan merek, IWAN TIRTA juga memperkenalkan logo terbaru yang tampil lebih modern dan refined, tanpa meninggalkan akar tradisinya. Tipografi baru yang lebih tegas mencerminkan karakter heritage brand yang kuat dan inovatif.
Sementara elemen mahkota dan laurel wreath tetap hadir sebagai simbol seal of legacy, menggambarkan keseimbangan dan ketulusan nilai yang juga tercermin dalam proses membatik yang lahir dari keheningan dan kesabaran.
Dengan “REMPARAJA”, IWAN TIRTA bukan hanya menampilkan busana, tetapi juga menyulam ulang sejarah — menjadikan Jalur Rempah bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan sumber inspirasi abadi bagi dunia mode dan budaya Indonesia. (sh)










