koranindopos.com – Pasar Minggu. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa kondisi Indonesia masih stabil meskipun inflasi negara lainnya cukup tinggi. Pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas harga komoditas dengan baik.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Margo Yuwono dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar di gedung parlemen Jakarta akhir pekan lalu. ’’Harga-harga pangan yang naik itu hanya harga musiman seperti cabai merah dan rawit,’’ katanya.
Menurut Margo, kenaikan harga pangan dengan pola musiman menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama seperti harga beras yang naik bulan ini. ’’Bagaimana saat panen raya hasilnya itu disimpan dan mempunyai gudang yang cukup. Mempunyai stok untuk menyimpan cabai supaya enggak busuk, bawang merah juga supaya enggak busuk,’’ jelasnya.
Margo menegaskan bahwa stabilitas harga pangan saat ini cukup rasional karena hanya terpengaruh oleh faktor musiman. Kondisi tersebut tidak bisa diprediksi karena berkaitan dengan faktor alam. ’’Inflasi kita itu nomor dua di bawah Jepang. Artinya apa, kalau inflasinya rendah, (harga) beberapa komoditas normal,’’ tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, stok bahan pokok 12 komoditas selama Januari–Desember 2022 aman. Di antaranya, beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng.
’’Dan dapat sepenuhnya dipenuhi dari produk dalam negeri. Namun, untuk komoditas kedelai, bawang putih, daging sapi dan kerbau, serta gula kristal putih, pemenuhannya selain dari produk dalam negeri juga dari impor,’’ paparnya. (wyu/mmr).










