Jumat, 11 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
1 Agustus 2025
in Kesehatan
A A
0
hepatitis
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Wajah ceria seorang anak tak selalu mencerminkan kondisi kesehatannya. Tak sedikit anak Indonesia yang tanpa disadari telah membawa virus hepatitis B atau C sejak lahir. Kondisi ini sering tak terdeteksi hingga dewasa, saat gangguan fungsi hati mulai muncul. Di sisi lain, orang dewasa produktif pun tak jarang tiba-tiba mengalami kerusakan hati akut akibat hepatitis yang selama ini tersembunyi.

Hepatitis atau “peradangan hati” yang disebabkan oleh virus, obat-obatan, alkohol, atau gangguan autoimun, masih menjadi beban kesehatan global. Indonesia pun tak luput dari tantangan tersebut. Ironisnya, banyak kasus hepatitis baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut, karena sebagian besar penderitanya tidak menunjukkan gejala awal.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 28 juta orang Indonesia diperkirakan mengidap hepatitis B atau C, namun hanya sekitar 10% yang telah terdiagnosis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut hepatitis sebagai “silent epidemic”, karena gejalanya sering kali samar atau tidak muncul sama sekali hingga berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Jenis hepatitis yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah Hepatitis B, disusul oleh Hepatitis C. Penularan utama terjadi secara perinatal, yaitu dari ibu ke bayi saat proses persalinan. Tantangan diperparah oleh masih rendahnya cakupan vaksinasi hepatitis di beberapa wilayah, serta terbatasnya akses skrining di daerah terpencil.

Artikel Terkait

Waspada Ibu Kurang Gizi, Anak yang Hanya Andalkan ASI Bisa Terancam Stunting

Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

Gejala umum hepatitis yang kerap diabaikan antara lain:

·         Kulit dan mata menguning

·         Urine berwarna gelap seperti teh

·         Tinja pucat

·         Kelelahan ekstrem

·         Nyeri di perut kanan atas

·         Mual, muntah, kehilangan nafsu makan

·         Demam ringan

Gejala hepatitis pada anak sering kali lebih ringan atau bahkan tidak tampak. Padahal, infeksi bisa terjadi sejak bayi dan menetap seumur hidup bila tidak tertangani. “Anak-anak, terutama bayi, bisa terinfeksi hepatitis B sejak lahir dan tidak menunjukkan gejala sama sekali,” jelas dr. Ahmar Abyadh, Sp.PD-KGEH, FINASIM, Mkes, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Primaya Hospital Bekasi Barat.  “Deteksi dini lewat tes darah sangat penting, karena infeksi kronis bisa menyebabkan kerusakan hati bertahap selama bertahun-tahun.”

Jika gejala muncul, biasanya berupa:

·         Penurunan nafsu makan

·         Rewel dan mudah lelah

·         Muntah berulang

·         Warna urine gelap dan tinja pucat

·         Kulit atau mata menguning

Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari tanda-tanda tersebut atau menganggapnya sebagai penyakit ringan biasa. “Kebanyakan pasien datang ketika sudah mengalami komplikasi,” jelas dr. Ahmar Abyadh, Sp. PD-KGEH, FINASIM, Mkes. “Karena hepatitis kronis bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Inilah kenapa edukasi dan deteksi dini menjadi kunci.

Segmentasi Risiko Berdasarkan Usia:

·         Anak & remaja: Rentan terhadap hepatitis A & E akibat makanan/minuman tercemar.

·         Usia produktif (20–49 tahun): Rentan hepatitis B & C akibat hubungan seksual tidak aman, transfusi darah, atau penggunaan jarum suntik tidak steril.

·         Lansia: Rentan hepatitis akibat konsumsi obat jangka panjang dan penurunan metabolisme hati.

Banyak yang menganggap hepatitis tidak bisa disembuhkan. Faktanya Hepatitis A & E bisa sembuh total. Hepatitis B bisa dikontrol dengan terapi antiviral. Hepatitis C bahkan bisa disembuhkan dengan pengobatan generasi baru (DAA) dengan tingkat kesembuhan di atas 95%.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia medis terus berkembang. Obat antiviral generasi baru (TAF, DAA), Vaksin DNA & mRNA sedang dikembangkan, Rapid test dan PCR portable mulai menjangkau daerah terpencil, Individualisasi terapi berdasarkan profil virus pasien. Namun menurut banyak ahli, teknologi saja tidak cukup. Tanpa kebijakan publik yang proaktif, kasus hepatitis akan terus meningkat.Pemerintah sebaiknya dapat  memperluas vaksinasi hepatitis B, terutama pada bayi baru lahir. Lalu menyediakan skrining gratis bagi kelompok risiko tinggi, dan meningkatkan edukasi dan pelatihan tenaga kesehatan.

Hepatitis bukan hanya soal virus. Ini tentang kesadaran, deteksi dini, dan keberpihakan sistem kesehatan. Saat gejalanya muncul, bisa jadi sudah terlambat. Maka, jangan tunggu kuning. Lakukan tes, edukasi keluarga, dan jaga hati karena fungsi hati menentukan masa depan hidup yang sehat. (ris)

Topik: Hepatitis

TerkaitBerita

Waspada Ibu Kurang Gizi, Anak yang Hanya Andalkan ASI Bisa Terancam Stunting
Kesehatan

Waspada Ibu Kurang Gizi, Anak yang Hanya Andalkan ASI Bisa Terancam Stunting

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia
Kesehatan

Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut
Kesehatan

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS
Kesehatan

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS

oleh Editor : Affandy
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

AKHIR DEBUT: Pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, berjalan menuju lapangan sebelum pertandingan Liga Inggris melawan Chelsea di London pada Selasa (25/8/2026). (Foto: (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

11 September 2026
BANTUAN SOSIAL: Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf memberi sambutan dalam sosialisasi DTSEN oleh Kementerian Sosial RI kepada para camat, kepala desa, lurah, dan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat pada Rabu (4/3/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Disorot Publik, Kepala BPS Mutakhirkan DTSEN Anggota DPR RI Eva Stevany Jadi Desil 10

9 September 2026
Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

10 September 2026
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Rephaim hingga Ancam Satu Wilayah

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Rephaim hingga Ancam Satu Wilayah

10 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4468 shares
    Share 1787 Tweet 1117
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    856 shares
    Share 342 Tweet 214
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya