Koranindopos.com – Banyumas. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjukkan dominasinya dalam pemilihan legislatif 2024 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil resmi yang diumumkan oleh Ketua KPU Banyumas, Rofingatun Khasanah, pada 27 Februari 2024, menyatakan bahwa PDI-P berhasil meraih 332.347 suara. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berada di posisi kedua.
Dengan raihan tersebut, PDI-P semakin mengukuhkan dirinya sebagai partai dominan di Banyumas. Partai berlambang banteng ini tidak hanya memenangi jumlah suara, tetapi juga mendominasi perolehan kursi di DPRD Banyumas, dengan 17 dari total 50 kursi. Hal ini menunjukkan bahwa Banyumas menjadi basis kuat bagi PDI-P selama bertahun-tahun, termasuk dua periode kepemimpinan daerah oleh kader partai tersebut.
Menjelang Pilkada Banyumas mendatang, muncul pertanyaan terkait strategi PDI-P. Apakah partai ini akan tetap mengandalkan kader internalnya, atau mempertimbangkan koalisi dengan partai lain? Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan (FKKPP) secara tegas menolak opsi kedua. Mereka menginginkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang sepenuhnya berasal dari PDI-P, menanggapi rumor yang beredar bahwa calon Bupati yang diusung, Sadewo Tri Lastiono, akan berpasangan dengan kader dari partai lain.
“Kami lebih sepakat satu paket dari PDI-P. Alasannya sederhana, PDI-P dua periode menang, kursi banyak, dan elektabilitas Calon bupati maupun wakil bupati jauh lebih tinggi dibandingkan kader dari partai lain,” ujar Sarwono, Ketua FKKPP Banyumas.
FKKPP juga mengingatkan potensi perpecahan jika kader dari partai lain diikutsertakan. Sejarah membuktikan, pada Pilkada 2008, suara PDI-P terpecah karena konflik internal, menyebabkan partai ini gagal meraih kursi kepala daerah. Oleh karena itu, mereka menegaskan pentingnya menjaga kesatuan partai.
“Koalisi, dalam hal Pilkada ini sangat mengganggu kepemimpinan. Untuk menjaga kesolidan kami tetap dukung siapa saja yang direkomendasikan DPP PDI-P selama itu satu paket, dari partai sendiri,” tambah Sarwono.
Lebih lanjut, survei internal DPC PDI-P Banyumas menunjukkan bahwa elektabilitas kader PDI-P untuk mendampingi Sadewo Tri Lastiono sebagai calon wakil bupati lebih tinggi dibandingkan kader dari partai lain. Sekretaris DPC PDI-P Banyumas, Arie Suprapto, menyatakan bahwa dengan kandidat yang sepenuhnya dari internal partai, PDI-P memiliki peluang besar untuk menang tanpa perlu berkoalisi.
Dengan demikian, keputusan PDI-P di Pilkada Banyumas ini akan menjadi penentu apakah partai ini tetap konsisten mengusung kadernya sendiri atau memilih strategi koalisi. Namun, suara kader dan simpatisan tampaknya jelas: mereka menginginkan PDI-P tetap kuat dengan mengandalkan kekuatan sendiri.










