koranindopos.com – Jakarta. Serial animasi legendaris The Simpsons kembali menjadi sorotan setelah salah satu karakternya dianggap sebagai simbol rasisme. Kontroversi ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan kritikus budaya populer.
Karakter yang dipermasalahkan adalah Apu Nahasapeemapetilon, pemilik toko Kwik-E-Mart yang berasal dari India. Apu telah lama dikritik karena dianggap merepresentasikan stereotip negatif terhadap komunitas imigran asal Asia Selatan. Suaranya yang diisi oleh aktor non-India, Hank Azaria, juga menjadi salah satu pemicu perdebatan ini.
Keluhan terhadap karakter Apu bukanlah hal baru. Dokumenter berjudul The Problem with Apu (2017) yang dibuat oleh komedian Hari Kondabolu mengangkat isu bagaimana karakter ini dianggap mencerminkan prasangka terhadap masyarakat keturunan India dan Asia Selatan di Amerika Serikat. Sejak saat itu, banyak diskusi muncul mengenai bagaimana Hollywood dan industri hiburan menggambarkan etnis minoritas.
Menanggapi kritik ini, pihak produksi The Simpsons sempat memberikan reaksi yang beragam. Beberapa tahun lalu, Hank Azaria mengumumkan bahwa ia tidak lagi akan mengisi suara Apu sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman. Namun, karakter tersebut masih menjadi bagian dari serial meskipun dengan keterlibatan yang lebih terbatas.
Pada 2025, diskusi kembali mencuat setelah salah satu episode terbaru The Simpsons dianggap masih menggunakan humor yang merendahkan kelompok tertentu. Sejumlah aktivis dan warganet kembali menyerukan agar karakter Apu direvisi atau dihapus sepenuhnya dari serial ini.
Kontroversi seputar Apu memunculkan diskusi yang lebih luas tentang bagaimana media menggambarkan kelompok etnis minoritas. Beberapa pihak berpendapat bahwa karakter-karakter seperti Apu seharusnya diperbarui agar lebih mencerminkan keberagaman dengan cara yang lebih sensitif dan realistis. Di sisi lain, ada juga yang beranggapan bahwa perubahan ini merupakan bentuk sensor yang berlebihan dan mengancam kebebasan berekspresi dalam karya seni.(Dhil)










