Rabu, 1 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

Kaspersky: 1 Dari 2 Profesional Keamanan Siber Mengatakan Pendidikan Formal Tidak Berguna Dalam Pekerjaan Masa Kini

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
12 Februari 2024
in Teknologi
A A
0
Kaspersky
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Di tengah kekurangan tenaga profesional keamanan siber, para ahli keamanan informasi (InfoSec) mempertanyakan relevansi pendidikan formal yang mereka terima, menurut penelitian global baru Kaspersky. Survei tersebut mengungkapkan bahwa satu dari dua profesional keamanan siber tidak dapat memastikan manfaat dari masa akademis yang dienyam dalam membantu mereka menjalankan profesinya. Akibatnya, para ahli ini harus menginvestasikan sumber daya mereka dalam pelatihan lebih lanjut guna mengatasi lanskap ancaman yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan industri.

Menurut ISC2, organisasi profesional keamanan siber terkemuka di dunia, tenaga kerja keamanan siber yang ada perlu lebih tumbuh hampir dua kali lipat agar dapat beroperasi dengan kapasitas penuh dan mendukung perekonomian global. Untuk mengeksplorasi akar penyebab kekurangan keterampilan keamanan siber saat ini dan kurangnya profesional InfoSec, Kaspersky melakukan penelitian global yang melihat lebih dekat aspek pendidikan dari masalah ini dan pengaruhnya terhadap jalur karir para ahli tersebut.

Banyak pakar InfoSec menyatakan bahwa sistem pendidikan tidak berhubungan dengan realitas keamanan siber, sehingga mengakibatkan kurangnya penerapan dalam pengalaman kerja di kehidupan nyata: hampir semua profesional berpendapat bahwa pengetahuan yang diajarkan di pendidikan formal agak (14%), sedikit (13%) berguna atau tidak berguna sama sekali (24%) dalam menjalankan profesinya.

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mungkin menghambat bidang pendidikan, pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah,apakah:

Artikel Terkait

AQUA Elektronik Hadirkan Chest Freezer AQF-460MG, Solusi Penyimpanan Makanan Beku untuk Rumah Tangga dan Bisnis

Rekomendasi AC Harga Mulai Rp2 Jutaan di 2026, Simak Tips Memilih Pendingin Ruangan yang Tepat

Bocoran iPhone 18: Disebut Bakal Usung RAM 9 GB, Apple Dikabarkan Fokus pada Optimalisasi Performa

  • staf pelatihan di perguruan tinggi atau universitas mereka berpengalaman dalam bidang keamanan siber?
  • mereka memiliki akses terhadap teknologi dan peralatan terkini?
  • mereka dibekali dengan pengalaman dalam insiden keamanan siber di kehidupan nyata?
  • mereka ditawari magang dengan pengalaman kerja nyata?

Kurang dari separuh responden mengatakan bahwa program perguruan tinggi atau universitas menawarkan mereka pengalaman langsung dalam skenario keamanan siber di kehidupan nyata sebagai proyek langsung: 23 persen ‘sangat setuju’ dengan pernyataan ini, dan 26 persen ‘agak setuju.’ Selain itu, akses ke teknologi dan peralatan terkini, serta kualitas magang muncul sebagai aspek terlemah dalam pendidikan keamanan siber di sebagian besar wilayah.

Kaspersky Tabel 1. Kualitas pendidikan keamanan siber menurut wilayah.

Gambaran regional berbeda-beda tergantung pada cara responden memandang kualitas pendidikan formal yang mereka terima. Wilayah META ternyata memiliki kualitas pendidikan keamanan siber yang paling buruk menurut penilaian responden, karena skornya kurang dari 3 poin pada semua kriteria penilaian, sedangkan LATAM memiliki skema pembelajaran keamanan siber dengan nilai tertinggi, dengan rata-rata skor lebih dari 3,7 poin.

Meskipun salah satu permasalahannya adalah kualitas dan relevansi program pendidikan, permasalahan lainnya adalah ketersediaan keamanan siber dan pelatihan InfoSec. Misalnya, separuh pakar keamanan siber saat ini berpendapat bahwa ketersediaan kursus keamanan siber atau keamanan informasi di pendidikan tinggi formal tergolong ‘buruk’ atau ‘sangat buruk’. Di kalangan profesional dengan pengalaman 2-5 tahun, angka ini melonjak hingga lebih dari dari 80 persen.

“Pendidikan keamanan siber menghadapi tantangan tertentu untuk mengikuti perkembangan industri keamanan siber,” komentar Evgeniya Russkikh, Kepala Pendidikan Keamanan Siber di Kaspersky. “Sifat ancaman siber yang berkembang pesat berarti bahwa program pendidikan sering kali kesulitan memastikan kontennya selalu mutakhir, sehingga menimbulkan kesenjangan pengetahuan bagi para profesional keamanan siber. Di Kaspersky, kami membantu universitas mengatasi tantangan ini dan memastikan pembelajaran dan adaptasi berkelanjutan bagi para profesional muda dengan mengintegrasikan keahlian terkemuka para pakar industri kami ke dalam kurikulum pendidikan sehingga mereka menggabungkan pengalaman praktis dengan pengetahuan teoritis.”

Laporan lengkap dan wawasan lebih lanjut mengenai dampak manusia terhadap keamanan siber dalam bisnis tersedia melalui tautan berikut ini.

Untuk mengatasi kekurangan keterampilan keamanan siber, Kaspersky menyarankan pendekatan multi-segi yang berfokus pada bidang akademik, tenaga kerja InfoSec, dan bisnis:

  1. Institusi pendidikan tinggi dapat meningkatkan kurikulum mereka dengan bermitra dengan para pakar keamanan siber dan mengintegrasikan pengetahuan industri terkini ke dalam program pelatihan mereka. Kaspersky memiliki program khusus bagi universitas untuk mengintegrasikan keahlian keamanan siber: Kaspersky Academy Alliance, yang menawarkan peserta program akses terhadap pengetahuan kelas dunia tentang ancaman siber, perkuliahan dan sesi pelatihan, serta teknologi terkini.
  2. Profesional muda dapat melengkapi pelatihan akademis mereka dengan pengalaman kerja nyata dengan menyelesaikan magang di departemen keamanan informasi atau R&D. Ikuti berita di halaman LinkedIn Kaspersky untuk menjadi orang pertama yang mengetahui lowongan program magang.
  3. Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh berbagai perusahaan dan organisasi juga memberikan kesempatan bagi para profesional keamanan siber untuk mengembangkan keterampilan mereka dengan memecahkan berbagai tantangan keamanan siber. Kaspersky menyelenggarakan Secur’IT Cup, sebuah kompetisi global untuk pelajar dari seluruh dunia dan dari berbagai latar belakang akademis. Peserta mempunyai kesempatan bersaing untuk mendapatkan penghargaan sekaligus membangun pemahaman tentang bagaimana pengalaman bekerja di industri ini.
  4. Para profesional keamanan siber dapat memilih untuk terus belajar, mengikuti kursus pelatihan tambahan, dan sertifikasi. Kaspersky memberikan berbagai pengetahuan tentang keamanan informasi bagi para profesional TI, menawarkan pendidikan profesional untuk individu dan pelatihan perusahaan.

Penelitian ini dilakukan terhadap 1.012 profesional InfoSec di 29 negara: AS, DACH (Jerman, Austria, Swiss), Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Benelux (Belgia, Belanda, dan Luksemburg), Brasil, Meksiko, Argentina, Kolombia, dan Chili, Arab Saudi, UEA, Turki, Afrika Selatan, Nigeria, Mesir, India, Jepang, Cina, Malaysia, Singapura, Indonesia, Rusia. (ris)

Topik: Kaspersky

TerkaitBerita

AQUA Elektronik
Teknologi

AQUA Elektronik Hadirkan Chest Freezer AQF-460MG, Solusi Penyimpanan Makanan Beku untuk Rumah Tangga dan Bisnis

oleh Editor : Hana
30 Juni 2026
Rekomendasi AC Harga Mulai Rp2 Jutaan di 2026, Simak Tips Memilih Pendingin Ruangan yang Tepat
Teknologi

Rekomendasi AC Harga Mulai Rp2 Jutaan di 2026, Simak Tips Memilih Pendingin Ruangan yang Tepat

oleh Editor : Affandy
30 Juni 2026
Bocoran iPhone 18: Disebut Bakal Usung RAM 9 GB, Apple Dikabarkan Fokus pada Optimalisasi Performa
Teknologi

Bocoran iPhone 18: Disebut Bakal Usung RAM 9 GB, Apple Dikabarkan Fokus pada Optimalisasi Performa

oleh Editor : Affandy
29 Juni 2026
Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel
Teknologi

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel

oleh Editor : Affandy
28 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Leapmotor B10 dan Changan Deepal S05 Tampil Perdana di Indomobil Expo Tangerang 2026, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Leapmotor B10 dan Changan Deepal S05 Tampil Perdana di Indomobil Expo Tangerang 2026, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

30 Juni 2026
Sinergi BEI dan Bank Jakarta: Dorong Transparansi Pasar dan Investasi Berkualitas

Sinergi BEI dan Bank Jakarta: Dorong Transparansi Pasar dan Investasi Berkualitas

30 Juni 2026
Kementerian P2MI Koordinasikan Penanganan PMI di Libya, Percepat Pemulangan dan Ungkap Jaringan TPPO

Kementerian P2MI Koordinasikan Penanganan PMI di Libya, Percepat Pemulangan dan Ungkap Jaringan TPPO

30 Juni 2026
Mirae Asset Sekuritas: Risiko Global Mulai Mereda, Investor Tetap Perlu Waspadai Tantangan Domestik

Mirae Asset Sekuritas: Risiko Global Mulai Mereda, Investor Tetap Perlu Waspadai Tantangan Domestik

30 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3645 shares
    Share 1458 Tweet 911
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    466 shares
    Share 186 Tweet 117
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup dan Mati

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya