Koranindopos.com, JAKARTA – Penggunaan material wol pada kasur sejatinya bukan hal baru. Meski demikian, sejumlah brand masih mengandalkannya sebagai strategi pemasaran jitu untuk menyasar segmen high end yang aware terhadap isu ramah lingkungan
Sebut saja di antaranya King Koil dan Heirloom. King Koil menggunakan serat wol yang diklaim memiliki kemampuan sirkulasi maksimal. Sirkulasi optimal pada kasur bisa membuat tidur lebih nyenyak dan nyaman karena udara untuk tubuh tercukupi. Selain itu, wol memiliki sifat hypoallergenic yang dapat menghindarkan Anda dari kemungkinan terkena alergi dari bahan kasur. Begitu pun Heirloom. Brand segmen premium itu berasal dari Brand Lady Americana. Mereka juga memiliki wol Merino yang diklaim mampu menjaga kelembaban, sehingga terasa sejuk dan nyaman.
Alga sebagai produsen kasur pegas lokal pun tidak mau ketinggalan. Alga menggunakan wol sebagai material premium mereka. ”Menggunakan wol alami yang diproses dengan ramah lingkungan. Kami dengan bangga memperkenalkan lini produk yang berfokus pada keberlanjutan ini sebagai bagian dari komitmen Alga terhadap bumi yang lebih hijau,” kata Teguh Budiman, Direktur Utama Alga pada ajang Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2025 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat pada Jumat (25/7/2025).
Teguh mengungkapkan, Alga berkolaborasi dengan Wisewool. Itu adalah perusahaan wol asal Selandia Baru. Wisewool memproses wol berkualitas tinggi yang berasal dari 200 lebih peternakan etis di wilayah Tairawhiti. Diproses tanpa bahan kimia keras untuk menjaga kealamian, ketahanan, dan kelembutan serat alami wol. Alga khusus menyasar segmen pasar perhotelan.
”Wol bukan hanya bahan yang dapat terurai secara alami dan terbarukan, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai tantangan modern. Berbeda dengan serat sintetis, wol tidak melepaskan mikroplastik ke lingkungan,” ujar Angus Hansen, Operations Director Wisewool, menambahkan. (rls/why/mmr)









