KoranID – KOTA TANGSEL. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangsel pada 2022 naik sekitar 70 persen jika dibandingkan dengan 2021. Kenaikannya 319 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, pada periode 1 Januari–31 Desember 2022, ada 756 kasus DBD di Kota Tangsel. Angka itu melonjak drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 437 kasus.
Daerah dengan kasus DBD terbanyak adalah Kecamatan Pamulang dengan 155 kasus. Disusul Kecamatan Serpong (128 kasus), Pondok Aren (117 kasus), Ciputat Timur (113 kasus), Ciputat (105 kasus), Serpong Utara (99 kasus), dan Setu (38 kasus).
’’Berdasar data dan analisis selama lima tahun terakhir, tren kasus DBD di Tangsel meningkat pada Desember hingga April seiring dengan terjadinya musim hujan,’’ ungkapnya Senin (9/1/2022).
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satunya, melakukan 3M plus. Yaitu, menguras, menutup, mendaur ulang, serta menghindari gigitan nyamuk.
’’Selain itu, masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dalam gerakan satu rumah satu jumantik minimal seminggu sekali,’’ tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangsel Ady Purnawan mengungkapkan, angka kasus DBD pada 2022 lebih tinggi daripada 2021. Pada 2021, ada 437 kasus, sedangkan 2022 sebanyak 751 kasus. (jkr/mmr)










