koranindopos.com – Jakarta. Ramadan selalu menjadi bulan penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Di antara malam-malamnya, terdapat satu malam yang paling istimewa dan dinanti-nantikan, yakni Lailatul Qadar. Malam ini diyakini memiliki kemuliaan yang melampaui malam-malam lainnya, bahkan disebut lebih baik daripada seribu bulan.
Keutamaan tersebut menjadikan umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan melakukan i’tikaf di masjid menjadi amalan yang banyak dilakukan demi meraih keberkahan malam agung tersebut.
Keistimewaan Lailatul Qadar ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5. Dalam surah tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, sebuah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki pahala yang berlipat ganda, melebihi ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Selain itu, Lailatul Qadar juga digambarkan sebagai malam penuh kedamaian hingga terbit fajar. Para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan atas izin Allah SWT. Suasana malamnya diyakini tenang, sejuk, dan penuh ketenteraman bagi orang-orang yang menghidupkannya dengan ibadah.
Karena waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar dirahasiakan, umat Islam dianjurkan untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Hikmah dari dirahasiakannya malam tersebut adalah agar umat Muslim bersungguh-sungguh beribadah dan tidak hanya berfokus pada satu malam saja.
Momentum ini juga menjadi waktu terbaik untuk introspeksi diri, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Banyak umat Islam memperbanyak doa, khususnya doa memohon ampunan dan keselamatan dunia akhirat.
Lailatul Qadar bukan sekadar malam penuh pahala, tetapi juga malam pengampunan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Oleh karena itu, Lailatul Qadar menjadi kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual, menjaga keikhlasan, serta memperbanyak amal kebaikan agar dapat meraih kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ramadan pun menjadi semakin bermakna ketika di dalamnya terdapat Lailatul Qadar—malam penuh cahaya, rahmat, dan kedamaian yang menjadi puncak keberkahan bagi umat Islam.(dhil)










