koranindopos.com – Jakarta. PT MRT Jakarta terus menggenjot peningkatan jumlah penumpang atau ridership angkutan massal MRT. Sebab, tahun ini PT MRT Jakarta menargetkan, rata-rata penumpang harian bisa mencapai 50 orang.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi menuturkan, tahun ini pihaknya awalnya menetapkan rata-rata penumpang harian 40 ribu orang. ’’Pertengahan tahun ini, kami revisi menjadi 50 ribu orang. Ternyata, dengan upaya yang ada dan kondisi Jakarta yang membaik, (targetnya) naik,’’ terangnya.
Dengan naiknya jumlah penumpang harian MRT Jakarta beberapa waktu belakangan, dia optimistis target rata-rata harian itu segera tercapai. ’’Target di akhir tahun ini, insya Allah 50 ribu penumpang (per hari) tercapai,’’ lanjut Effendi.
Keyakinan itu bukan tidak berdasar. Menurut data, jumlah penumpang harian tertinggi pada Oktober lalu mencapai 72.194 orang. Namun, dia tidak menampik bahwa bulan ini rata-rata jumlah penumpang itu akan sedikit menurun. ’’Kalau pas liburan, banyak orang ke luar kota,’’ imbuhnya.
Effendi juga menyampaikan, tahun ini jumlah penumpang tertinggi harian mencapai 84.753 orang. Angka tersebut dicatat pada 30 November lalu yang masih terhitung sebagai hari kerja. ’’Ini capaian yang sangat baik,’’ ucapnya.
Selanjutnya, untuk mendongkrak jumlah penumpang MRT, Effendi menyebutkan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk feeder atau transportasi pengumpan. Selain dengan swasta, menurut dia, PT MRT Jakarta membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan ridership.
Selama ini, pemerintah cukup membantu lewat kebijakan ganjil-genap. Menurut Effendi, bantuan pemerintah mutlak diperlukan karena hanya pemerintah yang bisa memindahkan penumpang dari transportasi pribadi ke publik. Itulah yang terjadi di banyak negara.
Dia semakin optimistis dengan adanya sejumlah rencana pemerintah pada 2023. ’’Tahun depan itu ada ERP. Jadi, orang dipaksa pindah. Lalu, ada juga kebijakan menaikkan tarif parkir dan lain-lain,’’ jelasnya.
Upaya lain untuk meningkatkan jumlah penumpang adalah mengubah jam operasi. Bila sebelumnya MRT hanya beroperasi hingga pukul 23.00, kini waktunya ditambah sejam menjadi hingga pukul 24.00. ’’Tapi memang, sampai saat ini, kami memang masih batasi kapasitas penumpang, yakni hanya 80 persen. Sebab, kami patuh, kami ikutin aturan. Kami juga patuhi aturan bahwa di MRT tidak boleh berbicara dua maupun satu arah untuk mencegah penularan Covid-19,’’ imbuhnya. (wyu/mmr).










