Minggu, 25 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Kejati Banten ’Obok-obok’ Kantor Dinas LH Tangsel

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
11 Februari 2025
in Megapolitan
A A
0
kejati banten

PERKUAT BUKTI: Tim Pidana Khusus Kejati Banten menggeledah seantero ruangan kerja di Kantor Dinas LH Kota Tangerang Selatan pada Senin (10/2/2025). (FOTO: ISTIMEWA KEJATI BANTEN)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Tangsel. Tim Pidsus Kejati Banten menggeledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan Senin pagi (10/2/2025). Mereka ’mengobok-obok’ semua dokumen di setiap laci dan dokumen di meja kerja instansi yang dipimpin Wahyunoto Lukman itu.

Petugas berseragam hijau khas Kejaksaan tersebut tampak mengenakan rompi bertuliskan Pidana Khusus Kejati Banten. Sebagian lagi berseragam biasa tanpa rompi. Tampak petugas Kejati menanyakan sejumlah dokumen kepada seorang perempuan berkemeja biru bermotif batik di sudut ruangan. Seorang lagi staf DLH berjilbab cokelat terpaku di depan komputernya. Dia tak beranjak sama sekali. Suasana tampak tegang. Proses penggeledahan itu berlangsung hingga siang. Tidak satu pun pejabat di lingkungan DLH yang mau buka mulut kepada media.

Wali Kota Tangerang Selatan terpilih Benyamin Davnie kepada awak media mengakui telah mengetahui penggeledahan tersebut. ’’Saya serahkan kepada proses hukum. Mudah-mudahan Kadis LH diberikan kesabaran,’’ ujarnya, singkat.

Sebelumnya, ditemui di Balai Kota Tangsel, Pamulang pada Jumat (7/2), Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa dirinya dan wali kota meminta agar Kejati Banten mengusut tuntas dugaan korupsi pengelolaan sampah sebesar Rp 75 miliar itu. ’’Kami tidak akan memberi toleransi bagi jajaran yang terlibat dalam pelanggaran apapun, terlebih praktik rasuah,” ujarnya.

Artikel Terkait

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

Meski begitu, dia berharap, DLH Tangsel tetap memperhatikan proses pengolahan sampah di Tangsel agar tidak menumpuk. ”Setiap hari ada ratusan ton sampah yang harus dibuang. Jangan sampai lingkungan ini mengganggu operasional,” tambahnya.

Dalam peristiwa ini, Kepala Dinas LH Wahyunoto Lukman telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Kejati Banten. Sejak itu, Wahyu dikabarkan tidak tampak di kantornya. Kemudian pihak Pidsus Kejati Banten melakukan tindakan penggeledahan pada Senin pagi (10/2).

Menurut Asisten Intelijen Kejati Banten Aditya Rakatama mengatakan, dugaan korupsi ini terkait penunjukan kontrak pekerjaan jasa layanan transportasi dan pengelolaan sampah pada tahun 2024. Kontraknya dikerja samakan dengan PT EPP senilai Rp 75 miliar. ”Dari nilai kontrak tersebut terdiri dari Rp 50 miliar untuk jasa transportasi dan Rp 25 miliar untuk layanan pengelolaan sampah. Kasus dugaan korupsi ini bermula dari aksi unjuk rasa warga di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang,” ujarnya. Warga memprotes karena adanya sampah yang dibuang secara liar. Setelah ditelusuri, ternyata sampah tersebut berasal dari Kota Tangerang Selatan.

Berdasar hasil penelusuran, tim Intelijen Kejati Banten menemukan fakta perusahaan penyedia, PT EPP tidak memiliki kapasitas dan fasilitas untuk mengelola sampah dengan baik. PT EPP tidak menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam pengelolaan sampah. ”Hasil penyidikan juga mengungkap adanya indikasi kongkalikong antara pihak swasta dan instansi terkait. Sehingga, PT EPP yang tidak memiliki kapasitas memadai mendapatkan kontrak tersebut,” tutur Aditya. (hrs/mmr)

Topik: benyamin davnieDINAS LH TangselKota TangselPilar Saga IchsanWahyunoto Lukman

TerkaitBerita

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka
Megapolitan

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026
FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

24 Oktober 2026
Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5056 shares
    Share 2022 Tweet 1264
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1094 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya